Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na
- calendar_month Rabu, 16 Jul 2025

Terry juga menambahkan sentuhan personal yang membedakan. “Di sini juga saya tambahkan ada daun kesum.
“Nah kenapa saya tambahkan daun kesum? karena supaya kalau produk ini ada di Jawa, di Jawa tuh kan daun kesumnya nggak ada. Jadi saya tambahkan di sini agak ada wangi-wangi daun kesumnya.”
Proses produksi ini, yang memakan waktu berjam-jam, diakhiri dengan proses blending dan pengemasan. Hasilnya adalah bumbu praktis yang siap diolah.
“Jadi tuh memang benar-benar praktis, jadi kalau orang mau beli tuh nggak perlu lagi dia ngoseng, nggak perlu lagi dia blender, nah udah tinggal jadi bubur”.

“Untuk penyajian, bumbu 250 gram ini cukup untuk 7-8 orang, pembeli hanya perlu merebus bumbu hingga mengembang, lalu menambahkan sayur-sayuran sesuai selera”.
Agar lebih nikmat, Terry menyarankan untuk menumis bawang merah dan bawang putih lalu memasukkannya ke dalam bubur untuk menambah aroma dan sedikit minyak.
Kontrol Bahan Baku dan SOP Agar Kualitas Terjaga
Sebagai usaha perorangan yang dipegang sepenuhnya oleh Terry sebagai owner, produksi Bumbu Bubur Pedas merek Nek Na telah berkembang pesat.
Dari awalnya hanya 3-5 kilogram per bulan, kini bisa mencapai 30-40 kilogram per bulan, dengan produksi yang tidak setiap hari. Konsistensi rasa dan kualitas menjadi prioritas utama.
“Karena saya kan ada buku produksi nih, nah di buku produksi itu kan saya ada kayak SOP-nya, jadi misalnya beras segini, kelapanya harus segini, apa namanya, bumbunya harus segini”.
“Nah jadi itu yang saya pertahankan,” jelasnya. Ini adalah kunci mengapa Bumbu Bubur Pedas merek “Nek Na” selalu menghadirkan cita rasa yang sama.
Terkait bahan baku, Terry memastikan bahwa kualitasnya terjaga, ia tidak bekerja sama secara langsung dengan pemasok tertentu, namun selektif dalam memilih.
“Saya kadang belinya di pasar flamboyan (salah satu pasar sentral di Kota Pontianak). Nah kadang kalau pas bikinnya banyak, saya ke pasar flamboyan, terus kalau kayak berasnya memang ada agen kan”.
“Nah jadi saya belinya di agen kalau kayak berasnya, untuk kelapanya tuh saya memang milih tempat parutan yang bersih, saya enggak mau yang agak jorok gitu, saya enggak mau kayak gitu.”
Ini menunjukkan komitmennya terhadap quality control yang ketat, bahkan hingga ke pemilihan bahan baku dasar.
Tentu saja, menjalankan usaha tidak lepas dari tantangan. “Kayak harga kelapa kan sekarang lagi mahal tuh, nah itu kan lumayan menambah biaya ya, menambah biaya produksi, sementara harganya tuh nggak saya naikkan gitu.”
Selain tantangan terkait fluktuasi harga bahan baku, modal juga menjadi tantangan, terutama jika ingin memperluas jangkauan distribusi.
“Modal kan karena kita kalau semakin banyak pengen nitip tuh kan kita harus semakin besar modalnya kan.”
Jangkauan Pasar dan Rencana Masa Depan
Pelanggan setia Bumbu Bubur Pedas Nek Na didominasi oleh ibu-ibu, khususnya wanita karir yang sibuk dan membutuhkan solusi praktis untuk sajian keluarga.
Mereka seringkali datang langsung ke rumah produksi setelah menemukan informasi melalui internet atau direkomendasikan oleh kenalan.
“Disini tuh pokoknya memang harus selalu ready gitu, karena takut ada orang datang kan gitu,” ujarnya, menunjukkan tingginya permintaan”.
Strategi pemasaran utama Bumbu Bubur Pedas merek Nek Na masih mengandalkan kekuatan “mulut ke mulut”, kepuasan pelanggan yang merasakan kelezatan dan kepraktisan produk ini secara otomatis menjadi promotor terbaik.
Selain itu, Terry juga aktif mengikuti pameran-pameran yang diselenggarakan oleh INKUBBI (Inkubator Bisnis Bank Indonesia) Kalimantan Barat serta menitipkan produknya di Oulet oleh-oleh Hotel Mercure dan Hotel Borneo Pontianak, sehingga semakin memperluas jangkauan dan pengenalan produk.
Meskipun belum terlalu agresif di media sosial, dampak dari pelanggan yang membagikan pengalaman mereka secara online juga turut berkontribusi pada popularitas Nek Na.
Melihat respons positif dari pasar, Terry Marta memiliki ambisi besar untuk masa depan Bumbu Bubur Pedas Nek Na. Ia berencana meluncurkan produk baru yang jauh lebih praktis: Bubur Pedas Instan.
“Rencananya saya memang ada mau buat produk baru, kebetulan memang alat-alatnya udah saya beli, rencananya saya mau bikin Bumbu Bubur Pedas Instan. Bubur Pedas Instan tuh beda sama bumbu ya”.
“Kalau ini kan bumbu, kalau Bubur Pedas Instan jadi kayak makan mie instan gitu, keseduh air udah langsung makan.”
Produk inovatif ini akan mencakup beras, bumbu, sayur, kacang, dan teri, menjadikannya solusi all-in-one yang hanya memerlukan air panas.
Proses peluncuran produk ini sedang menunggu kelengkapan Sertifikat Halal yang diterbitkan oleh LPPOM MUI dan SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak, agar konsumen semakin percaya dan yakin akan kualitasnya.
Harapan terbesar Terry adalah agar “Nek Na” terus berkembang, tidak hanya dikenal sebagai penjual bumbu bubur pedas, tetapi menjadi sebuah perusahaan besar dengan berbagai produk turunan lainnya.
“Pengennya Nek Na tuh berkembang terus, enggak cuma di bisnis ini ya, tapi Nek Na itu dikenal sebagai sebuah perusahaan besar gitu lah, bukan cuma menjual bumbu bubur pedas, tapi ada produk-produk lain turunannya yang juga ikut dikenal.”
Pesan untuk pengusaha UMKM di Kalbar
Di akhir perbincangan, Terry Marta berbagi pesan inspiratif bagi siapa pun yang terinspirasi untuk memulai usaha kuliner dari rumah.
“Pesannya jangan takut mulai usaha apapun itu dari kecil, karena kita pun mulai dari kecil kan, yang penting tuh dimulai.”
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya legalitas dan kepercayaan konsumen.
“Nah, terus jangan lupa juga untuk menambah kepercayaan orang, kita harus urus semua izin usahanya, terus halalnya pokoknya semua izinnya, supaya orang tuh semakin percaya dengan produk kita”.
Terry memahami betul bahwa perjalanan usaha tidak selalu mulus. “Pokoknya intinya untuk usaha kuliner itu memang kadang-kadang ada ruginya, ada untung ruginya ya begitu lah, tapi tetap konsisten dan jalanin terus.”
Kisah Terry Marta dan Bumbu Bubur Pedas Nek Na adalah bukti nyata bahwa dengan kegigihan, inovasi, dan keyakinan pada kualitas produk, sebuah usaha rumahan dapat tumbuh dan dikenal luas.
Nek Na tidak hanya menyajikan kelezatan bubur pedas, tetapi juga menularkan semangat UMKM yang patut diacungi jempol.(Ar-S)



- Penulis: Arbi
- Editor: Sonny
