Kamis, 16 Jul 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na

Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na

  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025

Terry juga menambahkan sentuhan personal yang membedakan. “Di sini juga saya tambahkan ada daun kesum.

“Nah kenapa saya tambahkan daun kesum? karena supaya kalau produk ini ada di Jawa, di Jawa tuh kan daun kesumnya nggak ada. Jadi saya tambahkan di sini agak ada wangi-wangi daun kesumnya.”

Proses produksi ini, yang memakan waktu berjam-jam, diakhiri dengan proses blending dan pengemasan. Hasilnya adalah bumbu praktis yang siap diolah.

“Jadi tuh memang benar-benar praktis, jadi kalau orang mau beli tuh nggak perlu lagi dia ngoseng, nggak perlu lagi dia blender, nah udah tinggal jadi bubur”.

“Untuk penyajian, bumbu 250 gram ini cukup untuk 7-8 orang, pembeli hanya perlu merebus bumbu hingga mengembang, lalu menambahkan sayur-sayuran sesuai selera”.

Agar lebih nikmat, Terry menyarankan untuk menumis bawang merah dan bawang putih lalu memasukkannya ke dalam bubur untuk menambah aroma dan sedikit minyak.

Kontrol Bahan Baku dan SOP Agar Kualitas Terjaga

Sebagai usaha perorangan yang dipegang sepenuhnya oleh Terry sebagai owner, produksi Bumbu Bubur Pedas merek Nek Na telah berkembang pesat.

Dari awalnya hanya 3-5 kilogram per bulan, kini bisa mencapai 30-40 kilogram per bulan, dengan produksi yang tidak setiap hari. Konsistensi rasa dan kualitas menjadi prioritas utama.

“Karena saya kan ada buku produksi nih, nah di buku produksi itu kan saya ada kayak SOP-nya, jadi misalnya beras segini, kelapanya harus segini, apa namanya, bumbunya harus segini”.

“Nah jadi itu yang saya pertahankan,” jelasnya. Ini adalah kunci mengapa Bumbu Bubur Pedas merek “Nek Na” selalu menghadirkan cita rasa yang sama.

Terkait bahan baku, Terry memastikan bahwa kualitasnya terjaga, ia tidak bekerja sama secara langsung dengan pemasok tertentu, namun selektif dalam memilih.

“Saya kadang belinya di pasar flamboyan (salah satu pasar sentral di Kota Pontianak). Nah kadang kalau pas bikinnya banyak, saya ke pasar flamboyan, terus kalau kayak berasnya memang ada agen kan”.

“Nah jadi saya belinya di agen kalau kayak berasnya, untuk kelapanya tuh saya memang milih tempat parutan yang bersih, saya enggak mau yang agak jorok gitu, saya enggak mau kayak gitu.”

Ini menunjukkan komitmennya terhadap quality control yang ketat, bahkan hingga ke pemilihan bahan baku dasar.

Tentu saja, menjalankan usaha tidak lepas dari tantangan. “Kayak harga kelapa kan sekarang lagi mahal tuh, nah itu kan lumayan menambah biaya ya, menambah biaya produksi, sementara harganya tuh nggak saya naikkan gitu.”

Selain tantangan terkait fluktuasi harga bahan baku, modal juga menjadi tantangan, terutama jika ingin memperluas jangkauan distribusi.

“Modal kan karena kita kalau semakin banyak pengen nitip tuh kan kita harus semakin besar modalnya kan.”

Jangkauan Pasar dan Rencana Masa Depan

Pelanggan setia Bumbu Bubur Pedas Nek Na didominasi oleh ibu-ibu, khususnya wanita karir yang sibuk dan membutuhkan solusi praktis untuk sajian keluarga.

Mereka seringkali datang langsung ke rumah produksi setelah menemukan informasi melalui internet atau direkomendasikan oleh kenalan.

“Disini tuh pokoknya memang harus selalu ready gitu, karena takut ada orang datang kan gitu,” ujarnya, menunjukkan tingginya permintaan”.

Strategi pemasaran utama Bumbu Bubur Pedas merek Nek Na masih mengandalkan kekuatan “mulut ke mulut”, kepuasan pelanggan yang merasakan kelezatan dan kepraktisan produk ini secara otomatis menjadi promotor terbaik.

Selain itu, Terry juga aktif mengikuti pameran-pameran yang diselenggarakan oleh INKUBBI (Inkubator Bisnis Bank Indonesia) Kalimantan Barat serta menitipkan produknya di Oulet oleh-oleh Hotel Mercure dan Hotel Borneo Pontianak, sehingga semakin memperluas jangkauan dan pengenalan produk.

Meskipun belum terlalu agresif di media sosial, dampak dari pelanggan yang membagikan pengalaman mereka secara online juga turut berkontribusi pada popularitas Nek Na.

Melihat respons positif dari pasar, Terry Marta memiliki ambisi besar untuk masa depan Bumbu Bubur Pedas Nek Na. Ia berencana meluncurkan produk baru yang jauh lebih praktis: Bubur Pedas Instan.

“Rencananya saya memang ada mau buat produk baru, kebetulan memang alat-alatnya udah saya beli, rencananya saya mau bikin Bumbu Bubur Pedas Instan. Bubur Pedas Instan tuh beda sama bumbu ya”.

“Kalau ini kan bumbu, kalau Bubur Pedas Instan jadi kayak makan mie instan gitu, keseduh air udah langsung makan.”

Produk inovatif ini akan mencakup beras, bumbu, sayur, kacang, dan teri, menjadikannya solusi all-in-one yang hanya memerlukan air panas.

Proses peluncuran produk ini sedang menunggu kelengkapan Sertifikat Halal yang diterbitkan oleh LPPOM MUI dan SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak, agar konsumen semakin percaya dan yakin akan kualitasnya.

Harapan terbesar Terry adalah agar “Nek Na” terus berkembang, tidak hanya dikenal sebagai penjual bumbu bubur pedas, tetapi menjadi sebuah perusahaan besar dengan berbagai produk turunan lainnya.

“Pengennya Nek Na tuh berkembang terus, enggak cuma di bisnis ini ya, tapi Nek Na itu dikenal sebagai sebuah perusahaan besar gitu lah, bukan cuma menjual bumbu bubur pedas, tapi ada produk-produk lain turunannya yang juga ikut dikenal.”

Pesan untuk pengusaha UMKM di Kalbar

Di akhir perbincangan, Terry Marta berbagi pesan inspiratif bagi siapa pun yang terinspirasi untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

“Pesannya jangan takut mulai usaha apapun itu dari kecil, karena kita pun mulai dari kecil kan, yang penting tuh dimulai.”

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya legalitas dan kepercayaan konsumen.

“Nah, terus jangan lupa juga untuk menambah kepercayaan orang, kita harus urus semua izin usahanya, terus halalnya pokoknya semua izinnya, supaya orang tuh semakin percaya dengan produk kita”.

Terry memahami betul bahwa perjalanan usaha tidak selalu mulus. “Pokoknya intinya untuk usaha kuliner itu memang kadang-kadang ada ruginya, ada untung ruginya ya begitu lah, tapi tetap konsisten dan jalanin terus.”

Kisah Terry Marta dan Bumbu Bubur Pedas Nek Na adalah bukti nyata bahwa dengan kegigihan, inovasi, dan keyakinan pada kualitas produk, sebuah usaha rumahan dapat tumbuh dan dikenal luas.

Nek Na tidak hanya menyajikan kelezatan bubur pedas, tetapi juga menularkan semangat UMKM yang patut diacungi jempol.(Ar-S)

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih dari Sekadar Pameran Gratis: Cara BI Angkat UMKM Pontianak ke Panggung Nasional photo_camera 5

    Lebih dari Sekadar Pameran Gratis: Cara BI Angkat UMKM Pontianak ke Panggung Nasional

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • 0Komentar

    “Ini sangat membantu kami. Biasanya untuk ikut gelaran seperti ini berbayar, tetapi karena kami merupakan binaan BI, kami bisa berpameran tanpa mengeluarkan uang,” ungkap Ika. Kami juga mendapatkan informasi dari umkm yang tidak mendapatkan bantuan dari B.I, mereka membayar sejumlah uang yaitu sekitar Rp. 2juta rupiah untuk 4 hari berjualan dievent tersebut. Lebih dari itu, […]

  • Sambut Kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak Hadirkan Promo Merdeka Stay & Freedom of Flavor photo_camera 4

    Sambut Kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak Hadirkan Promo Merdeka Stay & Freedom of Flavor

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Sambut bulan kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak hadirkan dua promo spesial yang memadukan kenyamanan akomodasi dan kenikmatan kuliner yang hanya tersedia selama bulan Agustus 2025. Adapun promo yang ditawarkan adalah “Merdeka Stay” menginap di kamar Deluxe seharga Rp 480.000 net per malam.   Tidak hanya nyaman, tetapi paket ini juga mencakup sarapan dan […]

  • Bimtek Lifeskill Di Kawasan Rawan Narkoba Play Button photo_camera 6

    Bimtek Lifeskill Di Kawasan Rawan Narkoba

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • 0Komentar

    SANGGAU – (infoumkmkalbar) BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) dan Disperindagkop UM Kabupaten Sanggau bekerja sama melakukan kegiatan Bimtek Lifeskill di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.Bertempat di aula kantor desa Balai Karangan dari tanggal 5 – 7 Agustus 2025, kegiatan ini bertujuan untuk membentengi masyarakat dari peredaran narkoba terutama di daerah perbatasan yang merupakan […]

  • Cici Ar: Kerajinan Tangan Akar Keladi Air Dari Kubu Raya Play Button

    Cici Ar: Kerajinan Tangan Akar Keladi Air Dari Kubu Raya

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • 0Komentar

    “Kalau matahari terik, 3 sampai 4 jam bisa kering, tapi kalau musim hujan bisa berhari-hari,” tuturnya. Setelah kering, barulah akar-akar itu siap dianyam oleh tangan-tangan terampil para pengrajin. Untuk membuatnya lentur dan mudah dibentuk, akar kering akan dicelupkan kembali ke dalam air sebelum dianyam menjadi berbagai bentuk yang menawan. Kualitas dan keunikan inilah yang membawa […]

  • Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru photo_camera 4

    Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • 0Komentar

    Mengolah Potensi Rebung Bonti untuk Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Alam SANGGAU – (infoumkmkalbar) ELPAGAR bersama Pemdes Empodis, Disperindagkop UM Kabupaten Sanggau, dan Loka Kreasi UMKM, dengan dukungan Yayasan Solidaritas Dana Nusantara, menggelar pelatihan life skill bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Empodis. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Empodis dan Dusun Mua, yang keduanya berada […]

  • Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas Play Button photo_camera 5

    Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • 0Komentar

    Dalam bukunya, “Profil Kerajinan Tenun Songket Sambas”, ia merinci setidaknya ada 17 tahapan proses yang harus dilalui, melibatkan kolaborasi sekitar enam orang pekerja untuk menghasilkan satu bentang benang yang bisa menjadi 5 hingga 10 helai kain. Proses ini adalah sebuah makna kerja tangan yang presisi dan penuh kesabaran: Menaral: Proses awal memintal benang dari gulungan […]

expand_less