Selasa, 21 Jul 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Menjadi Jembatan Pembinaan Pemerintah, Loka Kreasi bukan sekedar Reseller

Menjadi Jembatan Pembinaan Pemerintah, Loka Kreasi bukan sekedar Reseller

  • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025

Ia mengakui bahwa dalam portofolio bisnis, mungkin ada produk IKM yang pada awalnya “kurang laku” atau tidak begitu diterima pasar.

Namun, agregator seperti Loka Kreasi bersedia mengesampingkan keuntungan sesaat dengan beberapa aksi seperti mengecualikan mengambil keuntungan untuk produk yang sangat murah, mendisplay produk di tempat yang lebih tepat, menarasikan setiap produk dengan bahasa yang promotif semua itu agar si perajin bisa tetap bertahan hidup (survive) dan terus berkarya.

“Perhatian pertama Loka Kreasi adalah bagaimana seluruh pelaku usaha ini jalan dulu usahanya baru mikir marginnya. Itu kerennya,” jelas Roy.

Dalam kemitraan ini, pemerintah pun tidak lepas tangan, Roy menegaskan bahwa posisi pemerintah adalah mitra yang harus terus memberikan dukungan.

Upaya dukungan tersebut biasanya diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti fasilitasi pameran, kepariwisataan hingga penyediaan ruang-ruang publik untuk kegiatan co-branding dan promosi hingga fasilitasi sertifikasi dan ruang bagi pengadaan.

Dalam rencana membangun sebuah Ekosistem UKM, konsep Pentahelix nampaknya lebih tepat untuk digunakan karena dasarnya Gotong Royong. Visi besar Roy sepertinya tidak berhenti pada kolaborasi bilateral antara pemerintah dan agregator.

Ia memimpikan terbangunnya sebuah ekosistem yang selaras seperti konsep Pentahelix, dimana lima pilar bisa ikut berkontribusi secara sinergis.

Konsep Pentahelix dengan Lima Pilar atau Lima Komponen ini bisa membantu mempercepat pembangunan ekosistem UKM sebagai rantai kerja yang efektif demi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.

Kelima pilar tersebut adalah:
1. Pemerintah (Government): Sebagai regulator, fasilitator, dan penyedia kebijakan yang suportif.

2. Masyarakat melalui komunitas/LSM (Community/NGO): Mendorong pengembangan produk berbasis alam, sosial, dan berkelanjutan.

3. Swasta; Dunia Usaha/Hotel/ Pelaku Usaha/Bisnisman: Termasuk para IKM sebagai produsen dan agregator sebagai jembatan pasar.

4. Akademisi (Academia): Berperan dalam riset dan pengembangan produk, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

5. Media Massa (Media): Sebagai motor amplifikasi dan narasi, yang membangun citra positif dan menyebarkan informasi tentang produk-produk lokal ke khalayak luas.

“Pemerintah sudah ‘match’ dengan Loka Kreasi terus UKM sudah ‘kawin’ dengan Loka Kreasi, nah tinggal stakeholder lain yang support nih” ujarnya.

Ekosistem ini dibentuk harusnya jangan cuma untuk mencari keuntungan yang lebih besar satu sama lain, tapi bagaimana dengan sejajar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dulu. Bersekutu, bergabung bersama-sama untuk tujuan itu.”ucapnya dengan semangat.

Masa Depan IKM Sanggau dalam konteks pemasaran tetap membutuhkan dua pendekatan yaitu digital dan konvensional sebab pada akhirnya konstruksi kolaborasi ini adalah bagaimana menciptakan sistem kerjasama yang inklusif dan hybrid dengan tujuan peningkatan pendapatan produk UKM melalui pemasaran terpadu baik langsung (direct selling) seperti UMKM Corner atau sentra oleh-oleh dan teknik pemasaran digital yang rencananya juga akan dioperating oleh aggregator.

Apabila ekosistem ini bisa berjalan, harapan ke depan bicaranya scopenya udah Nasional jadi bisa lebih holistik dan saling support sehingga nanti otomatis pendapatan daerah bisa naik dan pemerintah mendapatkan posisinya sebagai lembaga yang memiliki citra supremasi yang berkeadilan.” -Ryan-

  • Penulis: Ryan
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upaya Camat Pontianak Utara Untuk Memperkenalkan dan Melestarikan Tanjak Sebagai Identitas Budaya Melayu di MTQ photo_camera 4

    Upaya Camat Pontianak Utara Untuk Memperkenalkan dan Melestarikan Tanjak Sebagai Identitas Budaya Melayu di MTQ

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • 0Komentar

    Upaya pelestarian ini, menurutnya, menjadi jawaban atas kekhawatiran terkikisnya pengetahuan budaya di kalangan generasi muda. Pembinaan Berkelanjutan Untuk memastikan kualitas dan profesionalisme, Kecamatan Pontianak Utara menerapkan proses kurasi yang ketat bagi UMKM yang ingin berpartisipasi dalam setiap event. “Kami lakukan proses selektif. Pertama, kami cek apakah UMKM tersebut sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Jika […]

  • Kontribusi Mahasiswa FEB Untan Bagi Pengembangan UMKM Play Button photo_camera 6

    Kontribusi Mahasiswa FEB Untan Bagi Pengembangan UMKM

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • 0Komentar

    Strategi ini terbukti jitu, para peserta yang hadir merupakan representasi dari kondisi ekonomi desa yang beragam. Sebagian dari mereka adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang usahanya sudah berjalan namun belum berkembang optimal. Sebagian lainnya adalah para ibu rumah tangga yang memiliki potensi dan keinginan untuk memulai usaha, namun belum tahu harus memulai […]

  • Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas Play Button photo_camera 5

    Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • 0Komentar

    Dalam bukunya, “Profil Kerajinan Tenun Songket Sambas”, ia merinci setidaknya ada 17 tahapan proses yang harus dilalui, melibatkan kolaborasi sekitar enam orang pekerja untuk menghasilkan satu bentang benang yang bisa menjadi 5 hingga 10 helai kain. Proses ini adalah sebuah makna kerja tangan yang presisi dan penuh kesabaran: Menaral: Proses awal memintal benang dari gulungan […]

  • Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava Play Button photo_camera 5

    Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • 0Komentar

    “Saya nggak pernah merasa disaingi. Rezeki, Yang Kuasa yang ngatur. Rezeki tidak akan pernah tertukar,” ucap Sumanji dengan bijak. Prinsip mulia ini mereka wujudkan dalam tindakan nyata. Mereka telah mengajari dan membina beberapa warga sekitar, termasuk janda dan anak yatim piatu, untuk membudidayakan jamur. Hebatnya, mereka juga menjadi penampung hasil panen dari binaan mereka, terutama […]

  • Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru photo_camera 4

    Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • 0Komentar

    Mengolah Potensi Rebung Bonti untuk Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Alam SANGGAU – (infoumkmkalbar) ELPAGAR bersama Pemdes Empodis, Disperindagkop UM Kabupaten Sanggau, dan Loka Kreasi UMKM, dengan dukungan Yayasan Solidaritas Dana Nusantara, menggelar pelatihan life skill bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Empodis. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Empodis dan Dusun Mua, yang keduanya berada […]

  • Dari Usaha Subsisten ke Kompetitif: Jurus Jitu Diskop UKM Prov. Kalbar Angkat Derajat UMKM photo_camera 5

    Dari Usaha Subsisten ke Kompetitif: Jurus Jitu Diskop UKM Prov. Kalbar Angkat Derajat UMKM

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • 0Komentar

    Kepala bidang pemberdayaan usaha kecil Diskop UKM Kalbar selaku ketua pelaksana, Permai Budi Susatiyo, SP, menambahkan bahwa anggaran kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kementerian UMKM Tahun Anggaran 2025. Ia berharap kegiatan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha para peserta. “Saya berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif […]

expand_less