Senin, 20 Apr 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Menjadi Jembatan Pembinaan Pemerintah, Loka Kreasi bukan sekedar Reseller

Menjadi Jembatan Pembinaan Pemerintah, Loka Kreasi bukan sekedar Reseller

  • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025

Muaranya nanti adalah bagaimana pelaku usaha itu bisa mencukupi kehidupannya sehari-hari bahkan menabung dari hasil usahanya, itu poinnya.”

UKM untuk di bidang Perindustrian disebut atau Industri Kecil Menengah (IKM) yang fokusnya pada produksi. Sebelum bicara lebih jauh, Roy memberikan klarifikasi penting.

Di ranah dinasnya, kewenangannya tertuju pada Industri Kecil Menengah (IKM). Meskipun beririsan erat dengan UKM, IKM memiliki kekhususan pada sektor pembuatannya.

“Kalau di perindustrian itu disebutnya IKM, fokusnya adalah pada pengrajin atau para pelaku usaha yang bermain diproduksi, bukan hanya penjualan,” jelasnya.

“Artinya, mereka berkaitan dengan proses bagaimana mengubah bahan baku menjadi bahan setengah jadi, atau bahan setengah jadi menjadi bahan jadi.

Ini lebih banyak ke hilirisasi dan targetnya memang ke pemanfaatan produk yang berasal dari bahan baku lokal di daerah kita.”

Penekanan pada IKM ini bukan tanpa alasan. Dengan memberdayakan para produsen, pemerintah secara langsung menyentuh jantung ekonomi lokal dan mendorong nilai tambah serta memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.

“Tulang punggung ekonomi baik nasional dan Sanggau saat ini kan berasal dari sektor industri meskipun didominasi industri besar namun yang kecil harus bisa berkontribusi donk”ujarnya.

Oleh karena itu, sehebat apa pun produk yang dihasilkan tanpa jembatan yang kokoh menuju pasar, semua itu akan sia-sia. Di sinilah peran “agregator” menjadi strategis.

Konsep Agregator sebagai Jembatan Pemerintah dalam Pembinaan menjadi penting karena Pasar saat ini betul-betul kompetitif.

Menurut Roy yang juga menjabat Sekretaris Dekranasda Sanggau, Pemerintah tidak bisa dan tidak seharusnya bekerja sendirian.

Keterbatasan sumber daya, birokrasi, dan jangkauan membuat peran pemerintah perlu diperkuat oleh mitra strategis dari sektor lain.

Ia mengapresiasi konsep “agregator” sebagai sebuah entitas yang berfungsi ganda yaitu pasar dan pembina.

Dalam konteks ini, ia menunjuk Loka Kreasi , sebagai contoh nyata peran agregator yang efektif.

“Kami menyebutnya pejuang UKM” ujar Roy sambil tersenyum. Dan dengan pola agregasi ini kelihatannya lebih efektif dan lebih realistis,” ujar Roy. “Peran sentral dari yang namanya aggregator ini mampu menjawab persoalan pasar.

Merekalah yang berusaha mencari, mendapatkan segmen pasar atau membentuk rantai pasok yang lebih mudah, cepat dan kekinian.”

Kolaborasi ini menciptakan sebuah simbiosis yang efektif. Pelaku IKM tidak perlu dibebani dengan tugas pemasaran yang rumit, seperti riset pasar, branding, promosi digital, hingga distribusi.

Mereka bisa kembali ke khitahnya yaitu fokus pada peningkatan kualitas dan kapasitas produksi.

Sementara itu, agregator seperti Loka Kreasi mengambil alih peran vital untuk memastikan produk tersebut sampai ke tangan konsumen dengan catatan evaluasi yang berkala.

“Perannya penting, dalam hal ini kita perlu orang-orang seperti Loka Kreasi menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan pasar dalam hal ini mereka sudah di acc ke beberapa hotel di Pontianak” tegasnya.

Menurut pimpinan Loka Kreasi, “Beberapa pihak hotel seperti Hotel Borneo Pontianak malah diluar dugaan, mereka bukan hanya membuka diri untuk produk UKM bahkan membuat terobosan seperti hampers premium yang langsung sepaket dengan sewa room”tambahnya.

Inilah yang disebut bukan sekedar bisnis tetapi “perkawinan” visi dan misi. Pemerintah bisa merasa memilih bermitra dengan entitas swasta seperti Hotel dan Loka Kreasi karena ada kesamaan visi yaitu bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya UKM.

Roy mengisahkan bahwa kerjasama ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa, melainkan sebuah “perkawinan” ideologis yang didasari dari keinginan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat.

“Loka Kreasi menurutnya selama berkerja sama selalu mengedepankan pada perputaran produk oleh karenanya mereka selalu membantu menganalisa setiap produk baik harga, segmen, kemasan, rasa dan mutunya bukan sekedar profit taking. Ini yang berbeda dari reseller biasa,” papar Roy.

  • Penulis: Ryan
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar Play Button photo_camera 4

    Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Desainer ternama asal Indonesia Denny Wirawan pada hari Senin, 28 Juli 2025 mengunjungi “Galeri Betanun” yang beralamat di MS Gardenia Residence No.G3, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kunjungan desainer kondang di Indonesia ini bukan merupakan yang pertama kali. “Ini pertemuan ke dua kami, yang beliau datang langsung ke galeri Betanun,” ungkap Erwan. […]

  • Cahaya, Pouch Etnik Keren Oleh oleh Pontianak Play Button photo_camera 6

    Cahaya, Pouch Etnik Keren Oleh oleh Pontianak

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • 0Komentar

    Sebab, orang yang mengerti pasti akan tahu, ini soal menjaga otentisitas karena yang kami jual adalah oleh-oleh khas Pontianak.” Selain pada motif ada rahasia cerdas di balik model bisnisnya yang memungkinkan produknya dijual dengan harga yang sangat kompetitif. Rinna menjalin kerjasama strategis dengan pemasok bahan baku, di kawasan pertokoan Nusa Indah, Pontianak. Alih-alih membeli kain […]

  • Kisah Inspiratif  Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na Play Button photo_camera 3

    Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • 0Komentar

    Terry juga menambahkan sentuhan personal yang membedakan. “Di sini juga saya tambahkan ada daun kesum. “Nah kenapa saya tambahkan daun kesum? karena supaya kalau produk ini ada di Jawa, di Jawa tuh kan daun kesumnya nggak ada. Jadi saya tambahkan di sini agak ada wangi-wangi daun kesumnya.” Proses produksi ini, yang memakan waktu berjam-jam, diakhiri […]

  • Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025 photo_camera 5

    Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • 0Komentar

    “Kami senang sekali bisa menghadirkan kolaborasi yang unik seperti ini. Tidak hanya menawarkan pengalaman rasa yang baru bagi pengunjung, tapi juga membawa pesan penting tentang pelestarian alam. Harapannya, sinergi antara dunia kopi dan konservasi ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku industri kreatif lainnya untuk ikut peduli pada lingkungan,” ujarnya. Harapan terbesar di event ini adalah […]

  • Tifara Cookies: Nastar Dan Kurma Kacang Khas Pontianak Play Button photo_camera 3

    Tifara Cookies: Nastar Dan Kurma Kacang Khas Pontianak

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • 0Komentar

    “Ternyata responsnya luar biasa, langsung meledak dan menggeser popularitas produk lama. Sampai sekarang, kue pati kentang menjadi andalan kami.” Langkah ini menunjukkan bahwa dalam pandangan Titin, inovasi bukanlah pilihan, melainkan keharusan untuk tetap relevan dan memenangkan hati pelanggan. Tantangan Pemasaran dan Prinsip Harga Perjalanan Tifara tidak selamanya mulus. Titin secara terbuka mengakui bahwa tantangan terbesar […]

  • Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava Play Button photo_camera 5

    Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • 0Komentar

    Ini bukan sekadar tentang lari dari masalah, melainkan tentang menciptakan suatu solusi. “Bukan karena sakit hati, bukan. Justru kita jadi semangat. Pikiran kita kan jadi terbuka,” tegas Sumanji. Maka, dimulailah babak baru. Dengan semangat otodidak, berbekal dari berbagai informasi dan masukan dari kawan-kawan, Ibu Suyati mulai bereksperimen di dapurnya. Prosesnya tidak instan beberapa kali harus […]

expand_less