Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru
- calendar_month Kamis, 11 Sep 2025

Mengolah Potensi Rebung Bonti untuk Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Alam
SANGGAU – (infoumkmkalbar) ELPAGAR bersama Pemdes Empodis, Disperindagkop UM Kabupaten Sanggau, dan Loka Kreasi UMKM, dengan dukungan Yayasan Solidaritas Dana Nusantara, menggelar pelatihan life skill bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Empodis. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Empodis dan Dusun Mua, yang keduanya berada dalam wilayah Desa Empodis, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau.
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu rumah tangga di Desa Empodis diharapkan dapat terhimpun menjadi kelompok perempuan adat pengelola usaha rebung, sehingga mampu meningkatkan peran ekonomi keluarga sekaligus melestarikan potensi lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Usaha Rebung Kering Sebagai Sumber Pendapatan Tambahan Masyarakat Adat Dayak Muduk, yang menjadi salah satu rangkaian dari Ekonomi Berkelanjutan dalam rangka Program Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat Sub ‘Suku Dayak Muduk’.
Program ini mendorong pemanfaatan hasil alam secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Rebung Poyan: Potensi Alam Bonti
Seperti diketahui, rebung poyan merupakan salah satu sumber daya alam yang cukup melimpah dan tumbuh subur di wilayah Bonti, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi harian atau hanya sebatas konsumsi rumah tangga.
Rebung poyan merupakan tunas bambu muda khas Desa Empodis yang dikenal memiliki tekstur lembut dan rasa manis alami. Selama ini rebung poyan umumnya diolah menjadi sayur tradisional, namun kini diperkenalkan sebagai bahan baku rebung chips yang bernilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui pelatihan ini, rebung diperkenalkan sebagai bahan baku potensial untuk diolah menjadi produk bernilai tambah dan siap dipasarkan.
Pelatihan ini memberi life skill baru: peserta diajarkan bagaimana mengolah rebung mentah menjadi rebung kering sebagai bahan setengah jadi, kemudian dari rebung kering tersebut diolah kembali menjadi rebung instan siap saji dengan tambahan bumbu spesial pilihan, kemudian acar khas Korea (kimchi), hingga keripik rebung (rebung chips) yang renyah dengan aneka rasa.
Pelaksanaan di Dua Lokasi
Kegiatan ini diikuti puluhan ibu rumah tangga yang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti pelatihan di Aula Serbaguna Desa Empodis, sementara kelompok kedua dilaksanakan di Dusun Mua. Kedua kelompok sama-sama menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari keterampilan baru ini.

Sinergi Multi Pihak untuk Pemberdayaan UMKM
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Perindustrian Disperindagkop UM Sanggau, Roy Wiranto, menegaskan pentingnya inovasi dalam pengolahan hasil alam lokal, salah satunya rebung yang tumbuh subur di wilayah Bonti, agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Rebung yang selama ini hanya dikonsumsi secara sederhana, melalui pelatihan ini diharapkan dapat diolah menjadi rebung chips (keripik rebung) sehingga memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Roy.
“Dan dengan inovasi pengolahan, maka rebung tidak hanya menjadi konsumsi sehari-hari, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah,” tambah Roy.

Dari pihak ELPAGAR, Sekundus menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen organisasi yaitu Ekonomi Berkelanjutan dalam rangka Program Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat Sub ‘Suku Dayak Muduk’.
“ELPAGAR hadir untuk mendampingi ibu-ibu desa, agar mereka punya keterampilan baru yang bisa menambah pendapatan keluarga, tapi tetap selaras dengan upaya menjaga ruang hidup dan kearifan lokal kita bersama,” ungkapnya.
Kepala Desa Empodis, Yesaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam mengembangkan potensi lokal warganya.
“Kami dari pemerintah desa sangat berterima kasih atas hadirnya program ini. Rebung yang selama ini tumbuh subur di sekitar kita kini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Harapan kami, keterampilan yang diperoleh ibu-ibu dapat terus dikembangkan sehingga Desa Empodis semakin mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, dari Loka Kreasi UMKM, Riana yang hadir sebagai mentor utama life skill. Ia memberikan praktik langsung kepada peserta tentang teknik pengolahan rebung kering menjadi rebung instan siap saji dengan bumbu spesial pilihan, pengolahan rebung menjadi acar khas korea (kimchi), serta kreasi keripik rebung dengan beragam rasa.
“Kami yakin, rebung dari Bonti bisa naik kelas, menjadi identitas baru UMKM desa sekaligus membuka peluang ekspor,” ujar Yandriana.
Program dan Target Jangka Panjang
Program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan pengolahan rebung, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk mewujudkan berbagai model produksi, distribusi, dan konsumsi yang berkeadilan serta berkelanjutan sesuai prinsip kearifan lokal.

Harapan dan Dampak bagi Desa
Pelatihan ini diharapkan membawa dampak nyata bagi masyarakat Desa Empodis dan Dusun Mua, antara lain:
- Meningkatkan Ekonomi Keluarga – Produk olahan rebung bisa menjadi sumber pendapatan tambahan.
- Menciptakan Produk Unggulan Desa – Rebung diangkat menjadi identitas baru UMKM Bonti.
- Mendorong Kemandirian UMKM – Dukungan lanjutan di bidang pengemasan, perizinan, dan pemasaran.
- Menjaga Kelestarian Alam – Pemanfaatan hasil alam dilakukan secara bijak, sejalan dengan program ekonomi berkelanjutan.
- Memperkuat Peran Perempuan – Keterlibatan ibu-ibu desa memperlihatkan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Keberhasilan pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada keterampilan dasar, tetapi berkembang menjadi gerakan ekonomi desa yang mandiri. Peserta akan mendapat pendampingan lanjutan dalam standar produksi, legalitas usaha, hingga pemasaran digital.
Dengan begitu, rebung Bonti bisa naik kelas menjadi ikon produk unggulan yang dikenal luas di pasar lokal, regional, bahkan nasional.
Melalui pelatihan ini, rebung yang selama ini hanya tumbuh liar di sekitar hutan Bonti kini memiliki nilai tambah baru. Sinergi antara Pemdes Empodis, ELPAGAR melalui Ekonomi Berkelanjutan dalam rangka Program Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat Sub ‘Suku Dayak Muduk’, Disperindagkop UM Sanggau, dan Loka Kreasi UMKM melalui dukungan Yayasan Solidaritas Dana Nusantara, bukan hanya membekali keterampilan baru bagi ibu-ibu desa, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Desa Empodis dan Dusun Mua diharapkan mampu menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat diolah secara kreatif, menghasilkan manfaat ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.(A-Sn)




- Penulis: Alya Salsabila
- Editor: Sonny
