Jumat, 22 Mei 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025

PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Bagi masyarakat awam, mungkin pernah terlintas pertanyaan saat melihat caping dan tudung saji warna warni yang menjadi hiasan dinding untuk mempercantik dekorasi atau homedecor.

Dari mana bisa mendapatkan topi caping hias yang khas itu, siapa pembuatnya, dan di mana pusat produksinya? Nah dari pertanyaan itu kami akan mencoba untuk mengupas pertanyaan tersebut dalam artikel ini.

Berawal dari sebuah hobi untuk mengisi waktu, Ibu Suhaini menjadikan sebuah siklus ekonomi bagi para ibu rumah tangga di Kampung Mendawai dan Kampung Bangka.

Kampung Mendawai dinobatkan menjadi salah satu Desa Wisata atau Kampung Wisata Caping di Pontianak melalui program “Pesona Indonesia” yaitu kampanye pariwisata yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, Kampung Wisata Caping berlokasi di tepian Sungai Kapuas, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.(sumber: https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/_caping_pontianak).

Selama lebih dari 20 tahun pengalamannya dalam membuat caping, sehingga saat ini Ibu Suhaini dipercaya untuk menjadi Ketua Kelompok Pengrajin Caping di Kampung Caping Mendawai ini.

Namun ia tidak hanya menganyam helai demi helai daun mengkuang menjadi caping, tetapi juga merajut harapan dan kesejahteraan bagi para perajin caping.

Kisah Suhaini bersama caping bermula saat ia, seorang pendatang, menikah dengan warga asli kampung, ia belajar membuat caping dari mertuanya dan segera menyadari potensi kerajinan ini.

“Karena enaknya buat caping ini mudah mendapatkan uang,” kenang Suhaini dalam wawancara eksklusif, Kamis (24/7/2025).

Suhaini tidak sendirian ia juga ditemani salah satu pengrajin yang ada di Kampung Caping Mendawai, sapaan akrab warga sekitar kepadanya yaitu Ka Ina.

Dari Ori ke Kreasi: Sebuah inovasi dalam perkembangan tren

Di tangan terampil Suhaini dan sekitar 50 pengrajin lainnya di Kampung Mendawai, yang terdiri dari 25 kepala keluarga, caping bukan lagi sekedar pelindung kepala bagi petani dan nelayan tapi sebagai harapan pengrajin caping untuk lebih sejahtera.

Kerajinan yang telah dipatenkan sebagai ciri khas Kampung Mendawai ini telah berevolusi.

“Caping ini berasalnya dari ori dulu. Setelah jadi ori, jadi caping kreasi,” jelas Suhaini.

Caping “ori” atau orisinal adalah caping tradisional yang pembuatannya hanya memakan waktu 20-30 menit per buah.

Namun, para pengrajin juga melahirkan caping kreasi yang dihias dengan berbagai bahan, seperti kain perca, decoupage dari tisu, lukisan, kopi, hingga bahan limbah.

Varian kreatif ini tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga meroketkan nilai jualnya.

“Kalau caping biasa (ori) harganya Rp10.000 per buah. Tapi kalau tudung kreasi, itu bisa sampai Rp100.000,” ungkapnya.

Perbedaan harga ini sepadan dengan proses pembuatannya yang bisa memakan waktu hingga dua jam dan bahan baku yang lebih mahal.

Caping-caping kreasi ini menyasar pasar yang lebih luas, seperti dekorasi interior untuk hotel, kafe, restoran, serta menjadi properti untuk berbagai acara dan festival.

Cara Pembuatan Caping

Di balik bentuknya yang sederhana, proses pembuatan caping ternyata membutuhkan ketelitian dan teknik yang diwariskan turun-temurun.

Semuanya berawal dari pemilihan bahan baku utama, yaitu daun mengkuang.

Daun yang panjangnya bisa mencapai empat meter ini pertama-tama diukur dan dipotong dengan panjang yang seragam.

Helai-helai daun ini kemudian dianyam menjadi tiga bagian dasar yang oleh para pengrajin disebut ‘rengge’.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bimtek Lifeskill Di Kawasan Rawan Narkoba Play Button photo_camera 6

    Bimtek Lifeskill Di Kawasan Rawan Narkoba

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • 0Komentar

    SANGGAU – (infoumkmkalbar) BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) dan Disperindagkop UM Kabupaten Sanggau bekerja sama melakukan kegiatan Bimtek Lifeskill di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.Bertempat di aula kantor desa Balai Karangan dari tanggal 5 – 7 Agustus 2025, kegiatan ini bertujuan untuk membentengi masyarakat dari peredaran narkoba terutama di daerah perbatasan yang merupakan […]

  • Merajut Asa dari Kapuas Hulu Play Button photo_camera 4

    Merajut Asa dari Kapuas Hulu

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah denting ritmis alat tenun tradisional yang seolah menjadi musik pengiring hari-harinya, seorang perempuan tangguh dari pedalaman Kapuas Hulu yang pindah ke Pontianak, Kalimantan Barat, bekerja dalam sunyi. Helai demi helai benang ia pintal, bukan sekadar untuk menyambung hidup, melainkan untuk merajut sebuah warisan, sebuah asa, dan sebuah identitas. Ia bernama […]

  • Tak Sekedar Olahan Kelapa, Serundeng 3 Dare Dapat Omset Hingga 1,8 M Play Button photo_camera 6

    Tak Sekedar Olahan Kelapa, Serundeng 3 Dare Dapat Omset Hingga 1,8 M

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Di tengah hiruk pikuk dunia kuliner modern, sebuah UMKM di sudut kota Pontianak yaitu wilayah ujung Kota Baru tepatnya di Jalan Prof. Dr. M. Yamin , yang berbatasan antara wilayah Kota Pontianak dan Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat, telah berhasil mencuri perhatian dengan produk tradisional yang diolah secara inovatif. Adalah Serundeng […]

  • Askrindo Kalbar Gandeng UMKM Naik Kelas: Proteksi Terjangkau dan Visi Mengangkat Gengsi Produk Lokal photo_camera 4

    Askrindo Kalbar Gandeng UMKM Naik Kelas: Proteksi Terjangkau dan Visi Mengangkat Gengsi Produk Lokal

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah dinamika ekonomi yang menantang, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerap menjadi tulang punggung yang paling tangguh (1/7/2025) Namun, ketangguhan mereka seringkali tidak diimbangi dengan jaring pengaman yang memadai. Menjawab tantangan ini, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Pontianak hadir dengan sebuah terobosan, bukan hanya sebagai penjamin kredit, […]

  • Keripik Incess Pontianak, Keripik Stik Talas Khas Pontianak Play Button photo_camera 4

    Keripik Incess Pontianak, Keripik Stik Talas Khas Pontianak

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (umkmkalbar) Terkadang kita bingung untuk mencari keripik di seputar Kota Pontianak, namun percayalah bahwa di sebuah sudut jalan Purnama I Gang Madyosari 3 nomor 15 A Pontianak Selatan, Kota Pontianak, aroma gurih keripik yang baru diangkat dari wajan menjadi penanda sebuah awal. Ini bukan sekedar dapur produksi biasa melainkan pondasi dari Keripik Stik […]

  • Tak Hanya Jaga Mangrove, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) Juga Bantu Perekonomian Lokal Lewat UMKM!! photo_camera 6

    Tak Hanya Jaga Mangrove, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) Juga Bantu Perekonomian Lokal Lewat UMKM!!

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Sepanjang garis pantai di ujung Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebuah wilayah Kecamatan Batu Ampar, terbentang luas hutan mangrove yang kaya akan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Jauh dari hiruk pikuk pusat kota, di tengah komunitas-komunitas pesisir yang hidupnya bergantung pada alam, organisasi non-profit  atau “NGO” yaitu singkatan dari Non-Governmental Organization, […]

expand_less