Selasa, 7 Jul 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025

PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Bagi masyarakat awam, mungkin pernah terlintas pertanyaan saat melihat caping dan tudung saji warna warni yang menjadi hiasan dinding untuk mempercantik dekorasi atau homedecor.

Dari mana bisa mendapatkan topi caping hias yang khas itu, siapa pembuatnya, dan di mana pusat produksinya? Nah dari pertanyaan itu kami akan mencoba untuk mengupas pertanyaan tersebut dalam artikel ini.

Berawal dari sebuah hobi untuk mengisi waktu, Ibu Suhaini menjadikan sebuah siklus ekonomi bagi para ibu rumah tangga di Kampung Mendawai dan Kampung Bangka.

Kampung Mendawai dinobatkan menjadi salah satu Desa Wisata atau Kampung Wisata Caping di Pontianak melalui program “Pesona Indonesia” yaitu kampanye pariwisata yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, Kampung Wisata Caping berlokasi di tepian Sungai Kapuas, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.(sumber: https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/_caping_pontianak).

Selama lebih dari 20 tahun pengalamannya dalam membuat caping, sehingga saat ini Ibu Suhaini dipercaya untuk menjadi Ketua Kelompok Pengrajin Caping di Kampung Caping Mendawai ini.

Namun ia tidak hanya menganyam helai demi helai daun mengkuang menjadi caping, tetapi juga merajut harapan dan kesejahteraan bagi para perajin caping.

Kisah Suhaini bersama caping bermula saat ia, seorang pendatang, menikah dengan warga asli kampung, ia belajar membuat caping dari mertuanya dan segera menyadari potensi kerajinan ini.

“Karena enaknya buat caping ini mudah mendapatkan uang,” kenang Suhaini dalam wawancara eksklusif, Kamis (24/7/2025).

Suhaini tidak sendirian ia juga ditemani salah satu pengrajin yang ada di Kampung Caping Mendawai, sapaan akrab warga sekitar kepadanya yaitu Ka Ina.

Dari Ori ke Kreasi: Sebuah inovasi dalam perkembangan tren

Di tangan terampil Suhaini dan sekitar 50 pengrajin lainnya di Kampung Mendawai, yang terdiri dari 25 kepala keluarga, caping bukan lagi sekedar pelindung kepala bagi petani dan nelayan tapi sebagai harapan pengrajin caping untuk lebih sejahtera.

Kerajinan yang telah dipatenkan sebagai ciri khas Kampung Mendawai ini telah berevolusi.

“Caping ini berasalnya dari ori dulu. Setelah jadi ori, jadi caping kreasi,” jelas Suhaini.

Caping “ori” atau orisinal adalah caping tradisional yang pembuatannya hanya memakan waktu 20-30 menit per buah.

Namun, para pengrajin juga melahirkan caping kreasi yang dihias dengan berbagai bahan, seperti kain perca, decoupage dari tisu, lukisan, kopi, hingga bahan limbah.

Varian kreatif ini tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga meroketkan nilai jualnya.

“Kalau caping biasa (ori) harganya Rp10.000 per buah. Tapi kalau tudung kreasi, itu bisa sampai Rp100.000,” ungkapnya.

Perbedaan harga ini sepadan dengan proses pembuatannya yang bisa memakan waktu hingga dua jam dan bahan baku yang lebih mahal.

Caping-caping kreasi ini menyasar pasar yang lebih luas, seperti dekorasi interior untuk hotel, kafe, restoran, serta menjadi properti untuk berbagai acara dan festival.

Cara Pembuatan Caping

Di balik bentuknya yang sederhana, proses pembuatan caping ternyata membutuhkan ketelitian dan teknik yang diwariskan turun-temurun.

Semuanya berawal dari pemilihan bahan baku utama, yaitu daun mengkuang.

Daun yang panjangnya bisa mencapai empat meter ini pertama-tama diukur dan dipotong dengan panjang yang seragam.

Helai-helai daun ini kemudian dianyam menjadi tiga bagian dasar yang oleh para pengrajin disebut ‘rengge’.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Usaha Subsisten ke Kompetitif: Jurus Jitu Diskop UKM Prov. Kalbar Angkat Derajat UMKM photo_camera 5

    Dari Usaha Subsisten ke Kompetitif: Jurus Jitu Diskop UKM Prov. Kalbar Angkat Derajat UMKM

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Barat secara resmi membuka program pelatihan intensif yang bertujuan mendorong UMKM lokal untuk “naik kelas”.(30/6/2025) Acara yang dihelat di Gedung Pelatihan Diskop UKM, Pontianak, pada Senin, 30 Juni 2025, ini diikuti oleh 85 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat. Kegiatan bertajuk “Peningkatan […]

  • Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky Play Button photo_camera 3

    Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Rooftop & Café Lantai 7 Borneo Hotel menjadi saksi meriahnya Zumba Battle in the Sky yang sukses digelar pada Sabtu lalu. Bertempat di puncak hotel dengan pemandangan kota Pontianak, event ini mendulang antusiasme luar biasa dari masyarakat Kota Pontianak. Dua instruktur Zumba ternama, ZIN Asrul dan ZIN Andy Tio, tampil memukau dengan […]

  • Rayakan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254, Borneo Hotel Pontianak Gelar Lomba Masak Ikan Asam Pedas

    Rayakan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254, Borneo Hotel Pontianak Gelar Lomba Masak Ikan Asam Pedas

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Menyambut Hari Jadi Kota Pontianak yang diperingati setiap tanggal 23 Oktober, Borneo Hotel Pontianak menyajikan Lomba Masak Ikan Asam Pedas yang akan menyulap kekayaan kuliner lokal menjadi ajang kreatif. Audisi awal lomba diselenggarakan pada 9–11 Oktober 2025, dimana para peserta cukup membawa masakan Ikan Asam Pedas hasil olahan mereka untuk dinilai secara […]

  • Lebih dari Sekadar Pameran Gratis: Cara BI Angkat UMKM Pontianak ke Panggung Nasional photo_camera 5

    Lebih dari Sekadar Pameran Gratis: Cara BI Angkat UMKM Pontianak ke Panggung Nasional

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Ajang Giwata Borneo Expo 2025 bukan sekadar pameran biasa. Bagi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI), acara yang digelar selama empat hari ini menjadi panggung pembuktian dan batu loncatan menuju level yang lebih tinggi. (29/6/2025) Pameran yang berlangsung pada Kamis hingga Minggu (26-29/6/2025) tersebut menjadi wadah […]

  • Kisah Inspiratif  Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na Play Button photo_camera 3

    Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah banyaknya persaingan kuliner yang kian ketat, sebuah nama merek produk UMKM perlahan namun pasti melihatkan jejaknya di hati para pecinta kuliner tradisional, khususnya bubur pedas, bubur pedas adalah salah satu makanan khas yang berasal dari suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat. Bubur Pedas, bukan seperti namanya “pedas” namun merujuk pada […]

  • Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas Play Button photo_camera 5

    Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di sebuah sudut negeri yang kaya akan budaya, di tengah gempuran modernisasi dan produk pabrikan yang seragam, sebuah home industri berdiri teguh. Napasnya adalah tradisi, denyutnya adalah dedikasi. Namanya Sahidah Songket, sebuah jenama yang tidak hanya menjual selembar kain, tetapi juga merajut kisah, melestarikan warisan, dan memperjuangkan keaslian tenun Sambas. Di balik […]

expand_less