Boyan Craft, Kerajinan Tangan Keren dari Pontianak
- calendar_month Rabu, 23 Jul 2025

PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah hiruk pikuk dunia yang serba cepat dan digital, sebuah kisah inspiratif lahir dari ketekunan, hobi dan sentuhan tangan yang tulus.
Adalah Dewi Arisanti, seorang ibu rumah tangga di Pontianak yang berhasil menyulap hobi dan waktu luangnya menjadi pengusaha UMKM di bidang kerajinan tangan.
Melalui merek Boyan Craft, Ibu Dewi Arisanti yakin bahwa hobi yang ditekuni serius dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.
Kisah ini adalah potret dari perjalanan seorang pengusaha UMKM yang tumbuh secara organik, menghadapi tantangan dengan kepala tegak dan memiliki visi besar untuk masa depan.

Sebuah narasi yang layak disimak, tidak hanya oleh para pengusaha UMKM tetapi juga oleh siapa saja yang percaya pada kekuatan mimpi dan kerja keras.
Dari Hobi Yang Bertujuan Untuk Mengisi Waktu Luang Menjadi Sebuah Bisnis
Perjalanan Boyan Craft tidak dimulai dari sebuah rencana bisnis yang matang dengan puluhan halaman proposal, sebaliknya, ia lahir dari sebuah kebutuhan sederhana yaitu untuk mengisi kekosongan waktu luang.
“Dulu kan hobi, habis berhenti kerja kan kita nganggur dan ada banyak waktu luang,” tutur Dewi Arisanti saat diwawancarai, mengenang masa-masa awal perkenalannya dengan dunia kerajinan tangan.
Seperti kebanyakan perempuan pada umumnya, Dewi mengisi waktunya dengan mengikuti berbagai kursus, mulai dari menjahit hingga merajut.

Titik baliknya datang saat sebuah kesempatan emas menghampiri. “Nggak lama ada tawaran ikut inkubator BI (Bank Indonesia) yang di Jalan Rahadi, saya coba ikut situ,” kenangnya. Momen inilah yang menjadi gerbang pembuka wawasan.
Di dalam inkubator bisnis tersebut, Dewi bertemu dengan para mentor dan pelaku usaha lainnya. Paradoksnya, hobi yang selama ini dianggap sebagai kegiatan personal, ternyata bisa dikonversi menjadi sebuah bisnis yang serius.
“Ikut kelas itu baru terbuka bahwa hobi ini bisa dijadikan bisnis dari situ mulanya,” ujar Dewi dengan sorot mata berbinar. Kesadaran baru ini menumbuhkan benih-benih keseriusan.
Peluang pasar untuk produk kerajinan tangan kala itu ia lihat cukup besar, meskipun pada awalnya ia masih menjalankannya dengan ritme yang santai, atau “on-off” sebagaimana ia istilahkan.
Filosofi di Balik Nama “Boyan”: Doa yang Terinspirasi dari Dunia Maya
Setiap merek besar memiliki cerita di balik namanya, begitu pula dengan Boyan Craft, nama ini bukan sekadar label, melainkan sebuah doa dan harapan yang tersemat di dalamnya, uniknya, inspirasi nama ini datang dari sumber yang tak terduga.
“Boyan itu singkatan sebenarnya, Bo-ni-yan,” jelas Dewi, ia merangkai akronim ini menjadi sebuah frasa penuh makna: “Anugerah Benang” atau “Benang yang Membawa Keberuntungan”. “Jadi saya cari nama yang sekaligus ada doanya,” tambahnya.




- Penulis: Arbi
- Editor: Sonny
