Selasa, 7 Jul 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025

Setelah tiga ‘rengge’ siap, ketiganya lalu disatukan atau ‘dicantum’ hingga membentuk sebuah kerucut yang menjadi rangka utama caping.

Tahap selanjutnya adalah melapisi kerangka tersebut. Lapisan daun tambahan yang sudah diiris rapi dilekatkan pada kerangka, lalu dijahit dengan kuat menggunakan sejenis tali khusus yang disebut ‘tali kelayang’ untuk menyatukan seluruh lapisan daun.

Sebagai penguat struktur, sebuah lingkaran rotan dipasang di bagian tepi bawah dan diikat kencang dengan teknik ‘sirat’ menggunakan tali rafia.

Sebagai sentuhan akhir, ‘tampuk’ sebagai mahkota di puncak dan ‘lekar’ sebagai lingkar kepala di bagian dalam dipasang untuk menyempurnakan caping.

Yang menakjubkan, seluruh rangkaian proses yang rumit ini dapat diselesaikan oleh tangan-tangan terampil pengrajin hanya dalam waktu 20 hingga 30 menit untuk satu caping orisinal yang siap dijual ke pengepul atau pasar.

Ekosistem Ekonomi yang Berputar dan Saling Menguntungkan

Keunikan model bisnis di Kampung Caping terletak pada ekosistemnya yang solid dan saling menopang.

Para pengrajin bekerja sama dengan pengepul yang menyuplai bahan baku utama, yaitu daun mengkuang yang didapat dari hutan.

“Bahan baku utamanya daun mengkuang, rotan, dan tali. Daun bakunya kami ambil di hutan melalui kerja sama dengan pengepul,” kata Suhaini.

Sebagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan, para pengrajin akan menjual kembali caping yang sudah jadi kepada pengepul tersebut. Pengepul kemudian yang akan mendistribusikannya ke pasar-pasar besar.

“Kasian dia (pengepul) kalau seandainya dia jual [bahan baku] dia kan gak dapet untung apa-apa. Jadi kalau kita yang udah buat, kita jual balik lagi ke dia. Jadi ekonomi berputar, tidak hanya untuk pengrajin,” terangnya.

Misalnya bapak saya beli kepengepul, kami buat caping itu (yang belum diwarnai), nanti diolah sama pengepul, dicat disana, dari kita harga segini, mungkin kalo dicat beda lagi harganya. Tambah ka Ina salah satu pengrajin caping

Ekosistem rantai pasok ini memastikan setiap pihak, dari pencari daun di hutan, pengrajin, hingga pengepul, mendapatkan manfaat ekonomi secara merata.

Menjaga Warisan, Menatap Masa Depan

Meskipun zaman terus berubah, Suhaini optimis kerajinan caping akan terus lestari. “Selagi masih ada hutan, tetap berkelanjutan. Lagian ini kan Kampung Caping, harus ada,” tegasnya.

Keterampilan menganyam caping ini diwariskan secara turun-temurun. Suhaini menyebut bahwa generasi muda di kampungnya sudah memahami cara pembuatannya, meskipun belum sepenuhnya terjun sebagai profesi.

“Kan kita gatau kedepannya, siapa tau mereka juga tertarik untuk menjadi pengrajin caping, karna kan mereka sudah tau”. ucap ka ina. Hal ini memberikan secercah harapan bahwa regenerasi akan terus berjalan.

Harapannya untuk masa depan sangat jelas. “Harapannya ini supaya orang luar lebih kenal dengan Kampung Caping.

Mudah-mudahan generasi yang akan datang ini bisa buat melestarikan tudung ini, kreasinya lebih baik lagi, tapi bahannya harus dari bahan mengkuang,” ujarnya.

Bagi Suhaini dan para perempuan di Kampung Mendawai, menganyam caping bukan hanya sekedar pekerjaan.

Ini adalah cara mereka membuka lapangan kerja di rumah sendiri, yang memungkinkan mereka tetap mengurus anak dan rumah tangga sambil memiliki penghasilan yang tetap.

“Harapannya semoga para pengrajin sejahtera hidupnya, dapat meningkatkan taraf hidup. Jadi tidak memikirkan cari pekerjaan di luar, karena kita sudah bisa punya lapangan kerja di kampung sendiri,” tutupnya dengan penuh harap.(Ar-S)

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Inspiratif  Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na Play Button photo_camera 3

    Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • 0Komentar

    Terry juga menambahkan sentuhan personal yang membedakan. “Di sini juga saya tambahkan ada daun kesum. “Nah kenapa saya tambahkan daun kesum? karena supaya kalau produk ini ada di Jawa, di Jawa tuh kan daun kesumnya nggak ada. Jadi saya tambahkan di sini agak ada wangi-wangi daun kesumnya.” Proses produksi ini, yang memakan waktu berjam-jam, diakhiri […]

  • Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky Play Button photo_camera 3

    Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Rooftop & Café Lantai 7 Borneo Hotel menjadi saksi meriahnya Zumba Battle in the Sky yang sukses digelar pada Sabtu lalu. Bertempat di puncak hotel dengan pemandangan kota Pontianak, event ini mendulang antusiasme luar biasa dari masyarakat Kota Pontianak. Dua instruktur Zumba ternama, ZIN Asrul dan ZIN Andy Tio, tampil memukau dengan […]

  • Tifara Cookies: Nastar Dan Kurma Kacang Khas Pontianak Play Button photo_camera 3

    Tifara Cookies: Nastar Dan Kurma Kacang Khas Pontianak

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • 0Komentar

    “Ternyata responsnya luar biasa, langsung meledak dan menggeser popularitas produk lama. Sampai sekarang, kue pati kentang menjadi andalan kami.” Langkah ini menunjukkan bahwa dalam pandangan Titin, inovasi bukanlah pilihan, melainkan keharusan untuk tetap relevan dan memenangkan hati pelanggan. Tantangan Pemasaran dan Prinsip Harga Perjalanan Tifara tidak selamanya mulus. Titin secara terbuka mengakui bahwa tantangan terbesar […]

  • Lebih dari Sekadar Pameran Gratis: Cara BI Angkat UMKM Pontianak ke Panggung Nasional photo_camera 5

    Lebih dari Sekadar Pameran Gratis: Cara BI Angkat UMKM Pontianak ke Panggung Nasional

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • 0Komentar

    “Ini sangat membantu kami. Biasanya untuk ikut gelaran seperti ini berbayar, tetapi karena kami merupakan binaan BI, kami bisa berpameran tanpa mengeluarkan uang,” ungkap Ika. Kami juga mendapatkan informasi dari umkm yang tidak mendapatkan bantuan dari B.I, mereka membayar sejumlah uang yaitu sekitar Rp. 2juta rupiah untuk 4 hari berjualan dievent tersebut. Lebih dari itu, […]

  • Diskop UKM Prov. Kalbar Genjot Daya Saing UMKM Melalui Tiga Pilar Strategis

    Diskop UKM Prov. Kalbar Genjot Daya Saing UMKM Melalui Tiga Pilar Strategis

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • 0Komentar

    Langkah strategis lainnya adalah akselerasi sertifikasi halal. Sejalan dengan arahan Presiden, program ini menjadi prioritas utama.”Kita dorong untuk mendapatkan sertifikasi halal sesuai dengan perintah dari Bapak Presiden. Bahwa targetnya… sekarang ini 1 juta UMKM bersertifikasi halal,” tambah Herman. Kurasi Produk Unggulan dan Pelajaran dari Pandemi Tidak berhenti pada legalitas, dinas juga menjalankan program kurasi untuk […]

  • Wujud Komitmen Hotel Mercure Pontianak Untuk Berkontribusi Pada Perekonomian Lokal

    Wujud Komitmen Hotel Mercure Pontianak Untuk Berkontribusi Pada Perekonomian Lokal

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • 0Komentar

    Ini adalah salah satu upaya dan langkah yang telah diambil oleh Hotel Mercure Pontianak untuk memperkuat kerja sama dengan pengusaha lokal dan memajukan ekonomi daerah. Kolaborasi antara pihak perhotelan, UMKM lokal, BUMD, BUMN dan pemerintah daerah sangatlah penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat Kalbar.(Sn)

expand_less