Sabtu, 23 Mei 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo

Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo

  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025

Sejak awal, Pitriana sadar bahwa di tengah lautan produsen kopi, ia harus menawarkan sesuatu yang berbeda. Jika rasa seringkali bersifat subjektif, maka presentasi adalah kunci. “Yang menarik itu mungkin pada bentuknya, dia oleh-oleh.

Jadi saya kemas dengan kemasan yang bagus, agar untuk dijadikan souvenir itu juga menarik dipandang orang. Jadi tidak malu-maluin, bahwa kopi dari Pontianak ini loh bentuknya,” tegasnya.

Strategi ini terbukti jitu, mengubah sebungkus kopi menjadi sebuah bingkisan premium yang membanggakan.

Standar “Kelas Festival” Rahasia di Balik Kualitas Ekspor

Kopi Citra Wangi tidak hanya unggul dalam penampilan. Di balik kemasan elegannya, tersimpan kualitas tanpa kompromi yang oleh Pitriana disebut sebagai standar “kelas festival”. Kunci utamanya terletak pada seleksi bahan baku yang super ketat.

“Pertama, pemilihan dari bahan baku, itu pasti. Bahan baku itu tidak boleh yang kecampur. Melainkan dia memiliki kelas tersendiri yang kualitas ekspor,” paparnya secara detail.

Proses seleksi ini dimulai dari biji kopi. Pitriana hanya menggunakan biji yang benar-benar matang di pohon (masak pohon ditandai berwarna merah). Ia menjelaskan secara ilmiah mengapa ini krusial.

“Kalau tidak masak pohon, boleh saja dipetik saat masih hijau tapi sudah keras, namun hasilnya tidak baik. Kalau kita jemur, dia akan keriput.

Jika pemetikan buahnya tidak matang hasilnya setelah kering akan keriput dan menghitam jika disangrai atau di-roasting, dia menjadi arang. Begitu disangrai, jadi seperti arang. Maka hasilnya tidak baik dan rasanya pun juga akan berbeda.”

Untuk menjaga pasokan bahan baku berkualitas ini, Kopi Citra Wangi menjalin hubungan dengan pengepul dari berbagai daerah. Untuk varian lokal, ia mendapatkan pasokan dari Kabupaten Kubu Raya dan Sanggau, Kalimantan Barat.

Sementara untuk memperkaya varian, ia juga mengambil biji kopi dari Lampung. Kolaborasi ini memastikan setiap varian, mulai dari Classic, Spesial, Super, Gold, hingga varian Khatulistiwa yang khas dan memiliki standar kualitas yang terjaga.

Lompatan Keberanian untuk Mencoba Pasar Luar Negeri Sebelum Kampung Halaman

Inilah bagian paling unik dari perjalanan Kopi Citra Wangi. Berbeda dari kebanyakan UMKM yang merintis dari pasar lokal, Pitriana justru “nekat” memulai debutnya dari negeri seberang.

Setelah dua tahun fokus pada penyempurnaan produk dan perizinan, pada tahun 2022, sebuah kesempatan datang melalui UMKM Center yang difasilitasi oleh Disperindag Kota Pontianak.

“Justru saya memulai berani menjual di kampung sendiri itu setelah saya memberanikan diri untuk ikut event di luar negeri,” akunya.

Event perdana yang diikutinya adalah Sarawak Design Week 2022 di Malaysia. Dengan inisiatif dan biaya sendiri, ia membawa produknya yang saat itu sama sekali belum dikenal di Pontianak.

Hasilnya di luar dugaan. “Alhamdulillah kopi saya diterima, bahkan sampai sekarang ini mereka tetap langganan dengan saya. Di situlah mulainya saya berani untuk tampil,” kenangnya dengan bangga.

Momen di Sarawak menjadi titik balik. Apresiasi yang luar biasa, bahkan dari kalangan pejabat hingga Yang di-Pertua Negeri Sarawak yang turut membeli produknya, menjadi validasi tertinggi yang menyuntikkan kepercayaan diri luar biasa.

“Dia sangat menghargai usaha saya, keberanian saya. Dengan terkesan itulah membuat saya pede (percaya diri). Itulah yang membawa saya berani ke mana-mana,” tuturnya.

Keberhasilan ini membuka gerbang-gerbang berikutnya. Undangan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mulai berdatangan. Kopi Citra Wangi pun secara konsisten berpartisipasi dalam pameran bergengsi di Sabah, Brunei Darussalam, hingga Kuala Lumpur.

Dari Negeri Seberang Kembali ke Tanah Borneo

Setelah mendapat pengakuan di negeri seberang, barulah Pitriana dengan percaya diri memperkenalkan Kopi Citra Wangi di “kampung halamannya” sendiri. Tawaran untuk menitipkan produknya di berbagai gerai oleh-oleh ternama pun mengalir deras.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254, Borneo Hotel Pontianak Gelar Lomba Masak Ikan Asam Pedas

    Rayakan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254, Borneo Hotel Pontianak Gelar Lomba Masak Ikan Asam Pedas

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Menyambut Hari Jadi Kota Pontianak yang diperingati setiap tanggal 23 Oktober, Borneo Hotel Pontianak menyajikan Lomba Masak Ikan Asam Pedas yang akan menyulap kekayaan kuliner lokal menjadi ajang kreatif. Audisi awal lomba diselenggarakan pada 9–11 Oktober 2025, dimana para peserta cukup membawa masakan Ikan Asam Pedas hasil olahan mereka untuk dinilai secara […]

  • Merajut Asa dari Kapuas Hulu Play Button photo_camera 4

    Merajut Asa dari Kapuas Hulu

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • 0Komentar

    Namun, kekayaan sesungguhnya terletak pada motif-motifnya yang tak terhitung jumlahnya, terinspirasi dari alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat Iban. “Untuk motifnya itu bervariasi, tergantung dari motif juga. Untuk namanya kurang hafal juga sih, karena terlalu banyak motif,” akunya jujur. Meskipun begitu, ia menyebutkan beberapa motif yang menjadi primadona dan paling diminati pasar. “Yang paling sering dipakai […]

  • Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky Play Button photo_camera 3

    Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Rooftop & Café Lantai 7 Borneo Hotel menjadi saksi meriahnya Zumba Battle in the Sky yang sukses digelar pada Sabtu lalu. Bertempat di puncak hotel dengan pemandangan kota Pontianak, event ini mendulang antusiasme luar biasa dari masyarakat Kota Pontianak. Dua instruktur Zumba ternama, ZIN Asrul dan ZIN Andy Tio, tampil memukau dengan […]

  • Air Serbat atau Sirop Serbat minuman Khas Melayu Kalbar Play Button photo_camera 3

    Air Serbat atau Sirop Serbat minuman Khas Melayu Kalbar

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • 0Komentar

    “Kami ingin menegaskan bahwa inilah wujud asli dari sirop serbat yang dikenal orang Pontianak, kalau mau cari yang asli, inilah produknya,” tegasnya. Dengan demikian, ia tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjaga budaya warisan daerahnya. Komitmen Terhadap Proses Dan Keaslian Bahan Lalu, apa yang membuat sirop ini begitu berharga? Jawabannya terletak pada komitmen terhadap proses […]

  • Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Gerai Samer di Simpang Ampar,Tayan Hilir Play Button photo_camera 4

    Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Gerai Samer di Simpang Ampar,Tayan Hilir

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • 0Komentar

    SANGGAU – (infoumkmkalbar) – Dalam era digital saat ini, pelaku usaha harus bisa bertransformasi dengan dunia digital dalam persaingan usaha sebab banyak sekali kebutuhan pasar yang terikat dengan digitalisasi seperti industri percetakan. Bertempat di jantung kota Tayan Hilir atau biasa disebut Simpang Ampar, Disperindagkop dan UM Kabupaten Sanggau menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Percetakan Melalui Digital Printing […]

  • Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas Play Button photo_camera 5

    Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • 0Komentar

    Dalam bukunya, “Profil Kerajinan Tenun Songket Sambas”, ia merinci setidaknya ada 17 tahapan proses yang harus dilalui, melibatkan kolaborasi sekitar enam orang pekerja untuk menghasilkan satu bentang benang yang bisa menjadi 5 hingga 10 helai kain. Proses ini adalah sebuah makna kerja tangan yang presisi dan penuh kesabaran: Menaral: Proses awal memintal benang dari gulungan […]

expand_less