Selasa, 7 Jul 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo

Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo

  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025

Sejak awal, Pitriana sadar bahwa di tengah lautan produsen kopi, ia harus menawarkan sesuatu yang berbeda. Jika rasa seringkali bersifat subjektif, maka presentasi adalah kunci. “Yang menarik itu mungkin pada bentuknya, dia oleh-oleh.

Jadi saya kemas dengan kemasan yang bagus, agar untuk dijadikan souvenir itu juga menarik dipandang orang. Jadi tidak malu-maluin, bahwa kopi dari Pontianak ini loh bentuknya,” tegasnya.

Strategi ini terbukti jitu, mengubah sebungkus kopi menjadi sebuah bingkisan premium yang membanggakan.

Standar “Kelas Festival” Rahasia di Balik Kualitas Ekspor

Kopi Citra Wangi tidak hanya unggul dalam penampilan. Di balik kemasan elegannya, tersimpan kualitas tanpa kompromi yang oleh Pitriana disebut sebagai standar “kelas festival”. Kunci utamanya terletak pada seleksi bahan baku yang super ketat.

“Pertama, pemilihan dari bahan baku, itu pasti. Bahan baku itu tidak boleh yang kecampur. Melainkan dia memiliki kelas tersendiri yang kualitas ekspor,” paparnya secara detail.

Proses seleksi ini dimulai dari biji kopi. Pitriana hanya menggunakan biji yang benar-benar matang di pohon (masak pohon ditandai berwarna merah). Ia menjelaskan secara ilmiah mengapa ini krusial.

“Kalau tidak masak pohon, boleh saja dipetik saat masih hijau tapi sudah keras, namun hasilnya tidak baik. Kalau kita jemur, dia akan keriput.

Jika pemetikan buahnya tidak matang hasilnya setelah kering akan keriput dan menghitam jika disangrai atau di-roasting, dia menjadi arang. Begitu disangrai, jadi seperti arang. Maka hasilnya tidak baik dan rasanya pun juga akan berbeda.”

Untuk menjaga pasokan bahan baku berkualitas ini, Kopi Citra Wangi menjalin hubungan dengan pengepul dari berbagai daerah. Untuk varian lokal, ia mendapatkan pasokan dari Kabupaten Kubu Raya dan Sanggau, Kalimantan Barat.

Sementara untuk memperkaya varian, ia juga mengambil biji kopi dari Lampung. Kolaborasi ini memastikan setiap varian, mulai dari Classic, Spesial, Super, Gold, hingga varian Khatulistiwa yang khas dan memiliki standar kualitas yang terjaga.

Lompatan Keberanian untuk Mencoba Pasar Luar Negeri Sebelum Kampung Halaman

Inilah bagian paling unik dari perjalanan Kopi Citra Wangi. Berbeda dari kebanyakan UMKM yang merintis dari pasar lokal, Pitriana justru “nekat” memulai debutnya dari negeri seberang.

Setelah dua tahun fokus pada penyempurnaan produk dan perizinan, pada tahun 2022, sebuah kesempatan datang melalui UMKM Center yang difasilitasi oleh Disperindag Kota Pontianak.

“Justru saya memulai berani menjual di kampung sendiri itu setelah saya memberanikan diri untuk ikut event di luar negeri,” akunya.

Event perdana yang diikutinya adalah Sarawak Design Week 2022 di Malaysia. Dengan inisiatif dan biaya sendiri, ia membawa produknya yang saat itu sama sekali belum dikenal di Pontianak.

Hasilnya di luar dugaan. “Alhamdulillah kopi saya diterima, bahkan sampai sekarang ini mereka tetap langganan dengan saya. Di situlah mulainya saya berani untuk tampil,” kenangnya dengan bangga.

Momen di Sarawak menjadi titik balik. Apresiasi yang luar biasa, bahkan dari kalangan pejabat hingga Yang di-Pertua Negeri Sarawak yang turut membeli produknya, menjadi validasi tertinggi yang menyuntikkan kepercayaan diri luar biasa.

“Dia sangat menghargai usaha saya, keberanian saya. Dengan terkesan itulah membuat saya pede (percaya diri). Itulah yang membawa saya berani ke mana-mana,” tuturnya.

Keberhasilan ini membuka gerbang-gerbang berikutnya. Undangan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mulai berdatangan. Kopi Citra Wangi pun secara konsisten berpartisipasi dalam pameran bergengsi di Sabah, Brunei Darussalam, hingga Kuala Lumpur.

Dari Negeri Seberang Kembali ke Tanah Borneo

Setelah mendapat pengakuan di negeri seberang, barulah Pitriana dengan percaya diri memperkenalkan Kopi Citra Wangi di “kampung halamannya” sendiri. Tawaran untuk menitipkan produknya di berbagai gerai oleh-oleh ternama pun mengalir deras.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava Play Button photo_camera 5

    Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • 0Komentar

    Ini bukan sekadar tentang lari dari masalah, melainkan tentang menciptakan suatu solusi. “Bukan karena sakit hati, bukan. Justru kita jadi semangat. Pikiran kita kan jadi terbuka,” tegas Sumanji. Maka, dimulailah babak baru. Dengan semangat otodidak, berbekal dari berbagai informasi dan masukan dari kawan-kawan, Ibu Suyati mulai bereksperimen di dapurnya. Prosesnya tidak instan beberapa kali harus […]

  • Sambut Kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak Hadirkan Promo Merdeka Stay & Freedom of Flavor photo_camera 4

    Sambut Kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak Hadirkan Promo Merdeka Stay & Freedom of Flavor

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Sambut bulan kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak hadirkan dua promo spesial yang memadukan kenyamanan akomodasi dan kenikmatan kuliner yang hanya tersedia selama bulan Agustus 2025. Adapun promo yang ditawarkan adalah “Merdeka Stay” menginap di kamar Deluxe seharga Rp 480.000 net per malam.   Tidak hanya nyaman, tetapi paket ini juga mencakup sarapan dan […]

  • Cici Ar: Kerajinan Tangan Akar Keladi Air Dari Kubu Raya Play Button

    Cici Ar: Kerajinan Tangan Akar Keladi Air Dari Kubu Raya

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • 0Komentar

    “Kalau matahari terik, 3 sampai 4 jam bisa kering, tapi kalau musim hujan bisa berhari-hari,” tuturnya. Setelah kering, barulah akar-akar itu siap dianyam oleh tangan-tangan terampil para pengrajin. Untuk membuatnya lentur dan mudah dibentuk, akar kering akan dicelupkan kembali ke dalam air sebelum dianyam menjadi berbagai bentuk yang menawan. Kualitas dan keunikan inilah yang membawa […]

  • Boyan Craft, Kerajinan Tangan Keren dari Pontianak Play Button photo_camera 4

    Boyan Craft, Kerajinan Tangan Keren dari Pontianak

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • 0Komentar

    Lucunya, ide awal nama “Boyan” justru tercetus dari akun game milik anaknya. Dewi dengan cerdas mengadaptasi nama tersebut dan memberinya makna filosofis melalui “cocoklogi” yang cerdas. Proses ini menunjukkan kreativitas seorang pengusaha dalam membangun identitas merek yang tidak hanya unik dan mudah diingat, tetapi juga mengandung akan nilai dan suatu harapan. Evolusi Produk: Dari Bunga […]

  • Diskop UKM Prov. Kalbar Genjot Daya Saing UMKM Melalui Tiga Pilar Strategis

    Diskop UKM Prov. Kalbar Genjot Daya Saing UMKM Melalui Tiga Pilar Strategis

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • 0Komentar

    Langkah strategis lainnya adalah akselerasi sertifikasi halal. Sejalan dengan arahan Presiden, program ini menjadi prioritas utama.”Kita dorong untuk mendapatkan sertifikasi halal sesuai dengan perintah dari Bapak Presiden. Bahwa targetnya… sekarang ini 1 juta UMKM bersertifikasi halal,” tambah Herman. Kurasi Produk Unggulan dan Pelajaran dari Pandemi Tidak berhenti pada legalitas, dinas juga menjalankan program kurasi untuk […]

  • Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru photo_camera 4

    Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • 0Komentar

    Mengolah Potensi Rebung Bonti untuk Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Alam SANGGAU – (infoumkmkalbar) ELPAGAR bersama Pemdes Empodis, Disperindagkop UM Kabupaten Sanggau, dan Loka Kreasi UMKM, dengan dukungan Yayasan Solidaritas Dana Nusantara, menggelar pelatihan life skill bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Empodis. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Empodis dan Dusun Mua, yang keduanya berada […]

expand_less