Cici Ar: Kerajinan Tangan Akar Keladi Air Dari Kubu Raya
- calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025

KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) Dari sebuah keisengan untuk hadiah Imlek puluhan tahun silam, sebuah karya unik lahir dan kini menembus pasar Internasional.
Inilah kisah Ibu Cici pengusaha UMKM dari Kubu Raya di bidang kerajinan tangan (kriya), yang mengolah akar keladi air menjadi berbagai kerajinan anyaman, seperti tas, topi, tempat tisu, dan lain-lain.

Tanaman keladi air tumbuh liar di sepanjang Sungai Kapuas dan sungai Landak di Kalimantan Barat, tanaman ini sering dianggap tak berguna bagi sebagian orang, tetapi ditangan Ibu Cici tanaman keladi air ini diubah menjadi produk bernilai seni dan ekonomi tinggi.

Cici Ar adalah sebuah jenama untuk produk kerajinan tangan (kriya) yang kini dikelola oleh putrinya, Ibu Cici dan dibalik kesuksesan Cici Ar ada sosok Ibu Rohana (69), seorang maestro pengrajin yang memulai semuanya dari nol.
“Tidak ada rotan, akar pun jadi,” ujar Ibu Rohana sembari tersenyum, mengenang filosofi yang menjadi fondasi usahanya. Kalimat itu bukan sekadar pepatah, melainkan kisah nyata yang dialaminya pada tahun 1987.

Kala itu, ia berniat membuat sebuah bingkisan untuk merayakan Imlek seorang teman. Namun, ketiadaan bahan baku rotan yang lazim digunakan membuatnya berpikir kreatif.

“Di dekat-dekat rumah itu, ada banyak akar keladi air. Coba-coba bikin, eh, jadi,” kenangnya. Siapa sangka, ‘coba-coba’ itu menjadi titik awal sebuah perjalanan panjang yang kini tidak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga memberdayakan puluhan ibu rumah tangga di sekitarnya.

Dari Rawa ke Ruang Tamu, Hingga Tembus Pangsa Pasar Eropa (Paris-Prancis)
Cici Ar menawarkan berbagai produk kerajinan yang fungsional sekaligus estetis, mulai dari tempat tisu, sarung toples, wadah buah, hingga tas tangan yang elegan.
Keunikan utama dari setiap produk Cici Ar terletak pada bahan bakunya: akar keladi air. “Ciri khasnya, bahan ini tidak banyak ada di tempat lain.

Kalau bambu atau rotan, mungkin sudah biasa, ini yang membuat produk kami limited edition,” jelas Ibu Rohana, yang kini berperan sebagai penasihat dan pendamping di Cici Ar.
Proses pembuatannya pun membutuhkan kesabaran dan sangat bergantung pada alam. Akar keladi air yang didapat dari para petani di sekitar rawa harus melalui serangkaian proses: dikupas, dicuci bersih, lalu dijemur hingga benar-benar kering. Proses penjemuran ini menjadi krusial dan sangat bergantung pada terik matahari.
- Penulis: Arbi
- Editor: Sonny
