Khanza Cookies Kue Kering Premium Pontianak
- calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025

“Kami tidak pernah kompromi soal kualitas,” tegas Elin. Ia menjalin kerjasama langsung dengan pemasok bahan baku premium, bahkan beberapa kali didatangkan chef dari perusahaan pemasok untuk memberikan pelatihan.
“Proses produksi diawasi ketat dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, mulai dari penakaran bahan, proses pengadonan, hingga pemanggangan.
“Bahan boleh sama, tapi cara pengerjaan yang berbeda akan menghasilkan rasa yang berbeda pula. Itulah yang kami ajarkan pada tim,” jelasnya.
Sikap profesionalnya ini terbukti saat menangani produk gagal. “Jika ada adonan yang gagal, terlalu matang, atau bahkan hancur, tidak akan kami jual.”
“Kami berikan gratis untuk karyawan dan tetangga. Itu bukan rezeki kami, mungkin itu ujian,” ujarnya dengan mantap.
Di balik kesuksesannya, Elin memiliki motivasi yang lebih dalam dari sekadar keuntungan. Ia mempekerjakan lima orang karyawan, yang ia pilih bukan karena sekadar ingin mengisi waktu luang, melainkan mereka yang benar-benar membutuhkan pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarga.
“Motivasi saya selain keluarga adalah karyawan, yang penting mereka bisa terus bekerja, keuntungan lebih itu bonus dari Tuhan.”
“Saya pernah sampai bermimpi karena khawatir mereka tidak bekerja saat pesanan sedang sepi,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.”
Harga Terjangkau untuk Kualitas Premium
Meskipun menggunakan bahan-bahan premium dan menjaga kualitas dengan ketat, Khanza Cookies ditawarkan dengan harga yang sangat bersaing, mayoritas di bawah Rp 200.000,-
Ini adalah strategi bisnis dari Elin agar produknya dapat dinikmati oleh lebih banyak kalangan, sekaligus memastikan perputaran usaha tetap lancar demi kelangsungan hidup karyawannya.

“Kami tidak ingin perang harga, tapi kami ingin memberikan nilai terbaik. Biar untung tidak terlalu besar, yang penting jalannya lancar,” katanya.
Menurut testimoni pelanggan, kue buatan Khanza Cookies memiliki tekstur yang renyah, tahan lama, tidak terlalu manis, dan yang terpenting, rasanya konsisten.
Tampilannya yang menarik bahkan sering membuat orang mengira produknya berasal dari Jakarta.
Harapan dan Masa Depan
Berawal dari 10 jenis kue pada Januari 2022, Khanza Cookies mengalami lonjakan pesanan yang luar biasa pada momen Lebaran pertamanya.
Elin dan timnya kewalahan, bahkan harus bekerja hingga malam takbiran. Momen jatuh bangun ini adalah yang paling membekas, terjadi saat kesuksesan datang terlalu cepat.

Pada Lebaran pertamanya di tahun 2022, ledakan pesanan yang di luar dugaan menjadi sebuah pedang bermata dua. Di balik manisnya kepercayaan pelanggan, ada perjuangan hebat yang menguras fisik dan emosi.
“Saya pun tidak tahu, ini entah dibilang senang atau sedih,” kenang Elin dengan suara bergetar dan mengeluarkan air mata haru.”
Ia dan timnya yang belum berpengalaman ‘dibom’ oleh orderan hingga benar-benar kewalahan.
“Kami bekerja dari bangun sahur sampai tengah malam. Sampai hari Lebaran pun, kami masih mengerjakan pesanan orang,” lanjutnya.
Momen yang seharusnya menjadi perayaan kemenangan itu bercampur dengan kelelahan luar biasa dan rasa sedih karena tak bisa mengelola waktu.
Itulah harga yang harus dibayar dari sebuah perintisan yang langsung meroket, sebuah pelajaran pahit sekaligus berharga bagi Khanza Cookies.
Kini, Elina Yuda memiliki mimpi yang lebih besar. “Harapan saya ke depan adalah memiliki toko fisik sendiri. Dengan begitu, perputaran uang bisa lebih besar dan saya bisa membantu lebih banyak orang lagi,” tutupnya penuh harap.
Kisah Khanza Cookies adalah cerminan sejati dari resiliensi, inovasi, dan kekuatan empati. Elina Yuda telah membuktikan bahwa bisnis yang dibangun dengan hati tidak hanya akan menghasilkan keuntungan materi, tetapi juga keberkahan yang dirasakan oleh banyak orang.(Ar-S)
Pemesanan Online:
https://umkmgo.digital/umkmmercure
Instagram: ig.khanza_cookies29
Facebook: fb.khanza cookies



- Penulis: Arbi
- Editor: Sonny
