Jumat, 17 Apr 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025

PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap menggeser suatu tradisi, sebuah cerita tentang dedikasi, pemberdayaan dan visi besar lahir dari sebuah desa terpencil di Kabupaten Sambas.

Cerita itu bernama “Betanun”, sebuah inisiatif yang tidak hanya menghasilkan kain tenun eksklusif, tetapi juga merajut kembali harapan para pengrajinnya, memastikan warisan budaya wastra tenun Sambas tidak hilang dimakan oleh waktu.

Di balik merek Betanun, berdiri seorang pemuda bernama Erwansah. Ia bukan sekadar pemilik bisnis akan tetapi ia adalah seorang penggagas, seorang penjaga tradisi, dan seorang jembatan yang menghubungkan tangan-tangan terampil di pedalaman dengan pasar global yang mendambakan keaslian.

Dalam sebuah wawancara eksklusif (8/7/2025) dikediamannya, Erwansah membagikan perjalanan, filosofi dan mimpi besarnya untuk Betanun dan masyarakat yang ia rangkul.

Sebuah Panggilan dari Pedalaman

Kisah Betanun dimulai pada tahun 2017, lahir dari sebuah keprihatinan yang mendalam. Erwansah, dengan kepekaan seorang putra daerah, melihat sebuah ironi yang menyakitkan.

Di satu sisi, ada para pengrajin tenun dengan keahlian turun-temurun yang luar biasa. Di sisi lain, mereka terisolasi, kesulitan memasarkan mahakarya mereka, dan terancam kehilangan mata pencaharian sekaligus identitas budayanya.

“Inspirasinya itu datang dari para pengrajin di sana yang kesulitan untuk menjual produknya,” ungkap Erwansah dengan sorot mata yang merefleksikan keseriusan misinya. Ini bukan keputusan instan.

Butuh waktu tiga tahun baginya untuk turun langsung, membangun kepercayaan, berkomunikasi dari hati ke hati, dan akhirnya menjalin sebuah ikatan kerja sama yang kuat. “Saya turun selama tiga tahun untuk berkomunikasi dengan mereka, untuk bekerja sama,” tambahnya.

Lokasi produksi Betanun bukanlah di pusat kota yang Glamor. Jantungnya berdetak di Desa Jirak dan Tinguli, sebuah pelosok di Kabupaten Sambas yang bahkan untuk mencapainya harus menyeberangi sungai.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less