Borneo Hotel Pontianak Jadikan UMKM Pilar Utama Pengalaman Otentik
- calendar_month Rabu, 2 Jul 2025

PONTIANAK – (1/7/2025)Di tengah dinamika industri pariwisata yang menuntut inovasi dan otentisitas, Borneo Hotel Pontianak mengambil langkah progresif yang melampaui standar layanan perhotelan konvensional.(1/7/2025)
Melalui sebuah program kemitraan strategis, hotel ini secara resmi merangkul para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, mengubah lobi hotel menjadi etalase premium bagi produk-produk unggulan Kalimantan Barat.
Inisiatif ini bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan sebuah misi yang terintegrasi langsung ke dalam DNA operasional dan citra merek hotel.

Filosofi Berakar pada Identitas Lokal
Hadi Susanto, General Manager Dan Adam Akbar, Operational Manager Pontianak Borneo Hotel, mengungkapkan bahwa fondasi dari program ini adalah filosofi yang tertanam dalam nama “Borneo” itu sendiri. “Pertama-tama itu kita mengambil dari nama Borneo itu sendiri.
Jadi Borneo itu adalah merepresentasikan dari Pulau Borneo atau Kalimantan,” jelas Adam. “Kami ingin bahwa di Hotel Borneo juga bisa mewadahi, memfasilitasi para UMKM yang ada di Kalimantan, saat ini khususnya di Kalimantan Barat.”
Langkah ini didasari pemahaman bahwa hotel adalah gerbang utama dan titik kontak pertama bagi wisatawan.
Dengan menyediakan akses langsung ke produk lokal, hotel secara efektif menjawab kebutuhan tamu, terutama para pebisnis dengan jadwal padat yang memiliki waktu terbatas untuk berburu oleh-oleh.
“Jadi kita bisa menjadi satu tempat yang orang nggak perlu keluar lagi ke tempat souvenir. Ini sangat memfasilitasi tamu kita sendiri,” tambahnya.
Manifestasi Nyata dari Budaya Merek Baru
Kolaborasi dengan UMKM ini menjadi semakin relevan dengan peluncuran brand culture baru Borneo Hotel pada Mei lalu. Menurut Hadi, kemitraan ini adalah manifestasi nyata dari salah satu dari tiga pilar utama budaya baru mereka.
“Yang pertama adalah simplicity terkait pelayanan. Kedua adalah authenticity, di mana Borneo itu adalah otentik dengan namanya sendiri. Dan yang ketiga, ini yang paling penting, adalah local warmth (keramahan lokal),” papar Adam.
“Pilar ini tidak hanya soal memberikan pelayanan khas lokal, tapi kita juga bisa menyajikan produk-produk lokal khas daerah. Nah, salah satunya adalah bekerja sama dengan UMKM.”
Dengan demikian, kehadiran produk UMKM bukan lagi sekadar pajangan, melainkan bagian integral dari narasi dan pengalaman otentik yang ingin dibangun oleh Borneo Hotel.
Mekanisme Kurasi Ketat dan Penjaminan Kualitas
Untuk memastikan standar premium hotel tetap terjaga, Adam Akbar selaku Operational Manager menegaskan adanya mekanisme yang terstruktur.
Penataan produk UMKM dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu operasional dan justru memperkaya estetika lobi hotel.
“Kita punya SOP dari berbagai aspek. Selama tata letaknya tidak mengganggu kegiatan operasional, kami tidak bermasalah,” ujar Adam. “Apalagi lokasinya di lobi, ini jauh lebih representatif dan eye-catching. Kami pastikan penataannya rapi dan bagus, tidak terkesan seperti pasar.”
- Penulis: Arbi
- Editor: Sonny
