KeGia Memadukan Pesona Batu Alam dan Tenun Khas Kalbar
- calendar_month Kamis, 17 Jul 2025

PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di sebuah sudut Kota Khatulistiwa, dari jemari terampil seorang perempuan bernama Maya Noviza, lahir sebuah mahakarya yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga membisikkan cerita.
Cerita tentang gairah yang ditemukan kembali, tentang cinta pada warisan budaya, dan tentang sebuah bisnis yang dirawat layaknya seorang anak.
Inilah KeGia, sebuah jenama (brand) aksesoris premium yang memadukan pesona batu alam, kerlip payet Jepang, dan keagungan wastra (kain tradisional) khas Kalimantan Barat dalam satu tarikan napas desain yang etnik, unik, dan fashionable.

Kisah KeGia bukanlah sekedar cerita bisnis yang lahir dalam semalam, ia adalah buah dari perjalanan panjang, sebuah evolusi dari hanya hobi menjadi sebuah pernyataan identitas budaya yang kuat.
Bagi Maya Noviza, sang pemilik dan desainer utama KeGia, bahwa itu semua adalah manifestasi dari transformasinya sendiri.
Cerita Titik Balik, Dari Meja Kantor ke Meja Kreasi
Semua bermula pada sekitar tahun 2012, setelah memutuskan untuk resign dari kantornya, Maya dihadapkan pada sebuah kekosongan, ruang waktu yang menuntut untuk diisi. Alih-alih terlarut, ia kembali pada sebuah kecintaan lama yang terpendam: dunia payet.
“Saat saya berhenti kerja, kan tidak ada kegiatan, saya cari apa yang bisa saya kerjakan, kebetulan saya itu suka sama yang namanya payet,” kenang Maya saat ditemui di studio kerjanya. “Jadi saya mencari kerajinan yang berhubungan dengan payet.”

Pencariannya di dunia maya, di era sebelum Pinterest dan YouTube mendominasi, membawanya pada sebuah teknik kerajinan yang memikat hatinya: cabochon bead embroidery.
Sebuah seni di mana batu alam menjadi pusat perhatian, dikelilingi oleh sulaman payet yang dijahit satu per satu dengan tangan.
Tertarik, ia tak ragu untuk berinvestasi dalam pengetahuan (leher keatas) dengan membeli sebuah e-book yang menjadi gerbang pertamanya.

“Saya beli e-book-nya, terus dikirim, dari situlah saya belajar,” ungkapnya. “Awalnya untuk suka-suka saja, hobi.
Terus pakai sendiri, setelah dipakai sendiri, ternyata ada yang suka, dari situ mulai ada keinginan untuk bisa dijadikan usaha.”
Momen “ada yang suka” itu menjadi percikan api, hobi yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang dan konsumsi pribadi, mulai menunjukkan potensinya sebagai ladang rezeki dan pada tahun 2015, dengan keyakinan yang lebih matang, Maya Noviza secara resmi membidani lahirnya KeGia Art.
Dibalik Nama KeGia
Dibalik nama “KeGia” yang singkat dan modern, tersimpan makna yang begitu personal dan mendalam bagi Maya.
Nama tersebut merupakan perpaduan dari kedua buah hatinya, Kian dan Gia. pilihan ini bukanlah tanpa alasan, ia mencerminkan filosofi Maya dalam membangun usahanya.






- Penulis: Arbi
- Editor: Sonny
