Senin, 20 Apr 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025

KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) – (11/7/2025) Di sebuah sudut kota yang tenang, jauh dari bisingnya suara kendaraan, sebuah kisah pengusaha UMKM yang luar biasa lahir dari air mata dan keputusasaan. Ini adalah cerita tentang Sumanji dan Suyati, pasangan suami-istri di balik merek “Kripik Jamur Dava”.

Perjalanan mereka bukan sekedar tentang menciptakan camilan renyah, melainkan sebuah epik tentang resiliensi, inovasi yang dipicu oleh keterpaksaan dan keyakinan teguh bahwa rezeki tak akan pernah salah alamat

Kisah mereka adalah bukti nyata bagaimana titik terendah dalam usaha justru bisa menjadi fondasi tertinggi untuk meraih kesuksesan.

Fakta pahit di Dunia Budidaya Jamur Putih, Ketika Panen Raya Menjadi Bencana

Semua bermula sekitar lima tahun lalu. Bapak Sumanji, yang waktu itu berprofesi sebagai supir selama puluhan tahun, banting stir ke dalam dunia budi daya jamur tiram putih, dengan bekal ilmu yang ia timba langsung dari seorang kawan di Pulau Jawa, memutuskan untuk memulai budi daya jamur tiram putih.

Awalnya, harapan membentang luas. Jamur-jamur tiram putih yang segar dan berkualitas tumbuh subur di kumbung (rumah jamur) sederhana mereka.

Namun, pasar berkata lain. Dunia pertanian bahan mentah, dengan segala ketidakpastiannya, memberikan pelajaran pertama yang paling pahit.

“Kami rintis dari nol,” tutur Sumanji, mengenang masa-masa awal yang penuh perjuangan. Setiap pagi buta, ia membawa hasil panen jamur tiram putih segarnya ke pasar, berharap pundi-pundi rupiah terkumpul.

“Cuman harganya kan nggak bisa stabil. Kadang pas kita panen, panen raya, harga langsung jatuh.”

“Panen raya”, sebuah istilah yang seharusnya membawa kebahagiaan bagi petani, justru menjadi momok yang menakutkan.

Ketika semua petani jamur memanen dalam waktu bersamaan, pasokan melimpah ruah, membuat daya tawar mereka anjlok drastis.

Puncaknya adalah sebuah momen yang terpatri kuat dalam ingatan mereka. Harga jamur yang idealnya berada di angka Rp 30.000 per kilogram, tiba-tiba ditawar dengan harga yang tidak sesuai harapan mereka.

Sebuah angka yang bahkan tak sanggup menutupi biaya produksi dan tenaga yang telah mereka curahkan. “Terus sama ibu ini,” kata Sumanji sambil melirik istrinya, Suyati. “Nangis,

Di tengah tumpukan jamur segar yang tak laku dan harga yang mencekik, keputusasaan hampir saja menang.

Jamur yang tak terserap pasar, alih-alih dibuang, mereka bagikan kepada para tetangga.

Sebuah paradoks yang indah sekaligus menyakitkan. Namun, dari titik terendah inilah, sebuah ide cemerlang mulai bersemi.

Transformasi Dari Jamur Tiram Putih Mentah ke Kripik Bernilai Tambah

Ibu Suyati, sang motor penggerak di balik dapur produksi, tak rela melihat kerja keras mereka sia-sia. Ia melihat tumpukan jamur itu bukan sebagai kegagalan, melainkan sebagai potensi yang belum tergarap.

“Awal mulanya kita bingung pemasaran untuk mentahnya,” ungkap Suyati, yang kini menjadi owner dari Kripik Jamur Dava.

“Akhirnya saya punya ide gimana biar jamur itu bisa awet terus, tahan sampai satu bulan, dua bulan. Itulah awal mulanya mau dibuat kripik jamur.”

Namun keputusan itu adalah sebuah revolusi. Mereka tidak lagi bergantung pada belas kasihan pasar bahan mentah. Mereka memutuskan untuk menciptakan produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya tahan lebih lama.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas 0.7 Play Button photo_camera 6

    Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap menggeser suatu tradisi, sebuah cerita tentang dedikasi, pemberdayaan dan visi besar lahir dari sebuah desa terpencil di Kabupaten Sambas. Cerita itu bernama “Betanun”, sebuah inisiatif yang tidak hanya menghasilkan kain tenun eksklusif, tetapi juga merajut kembali harapan para pengrajinnya, memastikan warisan budaya wastra tenun […]

  • Cici Ar: Kerajinan Tangan Akar Keladi Air Dari Kubu Raya Play Button

    Cici Ar: Kerajinan Tangan Akar Keladi Air Dari Kubu Raya

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • 0Komentar

    KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) Dari sebuah keisengan untuk hadiah Imlek puluhan tahun silam, sebuah karya unik lahir dan kini menembus pasar Internasional. Inilah kisah Ibu Cici pengusaha UMKM dari Kubu Raya di bidang kerajinan tangan (kriya), yang mengolah akar keladi air menjadi berbagai kerajinan anyaman, seperti tas, topi, tempat tisu, dan lain-lain. Tanaman keladi air […]

  • Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025 photo_camera 5

    Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) hadir meramaikan Khatulistiwa Coffee Event 2025 dengan konsep unik: kolaborasi bersama Pouring Coffee dalam satu booth. Kolaborasi ini memadukan cita rasa kopi dan inovasi minuman berbahan baku mangrove, yaitu teh jeruju. Khatulistiwa Coffee Event 2025 merupakan ajang tahunan yang mempertemukan pelaku industri kopi, komunitas kreatif, pegiat kuliner, […]

  • Sambut Kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak Hadirkan Promo Merdeka Stay & Freedom of Flavor photo_camera 4

    Sambut Kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak Hadirkan Promo Merdeka Stay & Freedom of Flavor

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Sambut bulan kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak hadirkan dua promo spesial yang memadukan kenyamanan akomodasi dan kenikmatan kuliner yang hanya tersedia selama bulan Agustus 2025. Adapun promo yang ditawarkan adalah “Merdeka Stay” menginap di kamar Deluxe seharga Rp 480.000 net per malam.   Tidak hanya nyaman, tetapi paket ini juga mencakup sarapan dan […]

  • Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak Play Button photo_camera 4

    Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Bagi masyarakat awam, mungkin pernah terlintas pertanyaan saat melihat caping dan tudung saji warna warni yang menjadi hiasan dinding untuk mempercantik dekorasi atau homedecor. Dari mana bisa mendapatkan topi caping hias yang khas itu, siapa pembuatnya, dan di mana pusat produksinya? Nah dari pertanyaan itu kami akan mencoba untuk mengupas pertanyaan tersebut […]

  • Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar Play Button photo_camera 4

    Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Desainer ternama asal Indonesia Denny Wirawan pada hari Senin, 28 Juli 2025 mengunjungi “Galeri Betanun” yang beralamat di MS Gardenia Residence No.G3, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kunjungan desainer kondang di Indonesia ini bukan merupakan yang pertama kali. “Ini pertemuan ke dua kami, yang beliau datang langsung ke galeri Betanun,” ungkap Erwan. […]

expand_less