Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025

Ini bukan sekadar tentang lari dari masalah, melainkan tentang menciptakan suatu solusi. “Bukan karena sakit hati, bukan. Justru kita jadi semangat. Pikiran kita kan jadi terbuka,” tegas Sumanji.
Maka, dimulailah babak baru. Dengan semangat otodidak, berbekal dari berbagai informasi dan masukan dari kawan-kawan, Ibu Suyati mulai bereksperimen di dapurnya.
Prosesnya tidak instan beberapa kali harus menelan pil pahit kegagalan. “Kita juga sudah mencoba berkali-kali namun belum ada yang pas (gagal), ada yang jadi kaya bakwan, jadi keras dan banyak lainnya” tambah Sumanji, namun ketekunannya membuahkan sebuah hasil.
Proses pembuatan Kripik Jamur Dava sendiri merupakan sebuah seni yang menjunjung tinggi kualitas. “Bahan bakunya harus jamur yang segar, yang baru dipetik,” jelas Suyati.
Jamur tiram putih pilihan dicuci bersih, disuwir-suwir dengan tangan, lalu dibalut dengan adonan tepung yang diberi bumbu dengan racikan khusus agar menciptakan cita rasa gurih dan khas.
Setelah digoreng hingga garing keemasan, proses belum selesai. Keripik kemudian dimasukkan ke dalam mesin spinner untuk meniriskan sisa minyak.
Hasilnya adalah kripik yang tidak hanya renyah dan gurih, tetapi juga tidak berminyak, memberikan pengalaman menyantap yang nyaman.
Prinsip Kualitas dan Ciri Khas yang Tak Bisa Ditawar
Di tengah persaingan pasar UMKM, Sumanji dan Suyati memegang teguh satu prinsip yaitu kualitas dan orisinalitas. Mereka sadar, mungkin banyak produk serupa di pasaran, namun mereka bertekad untuk menciptakan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang memiliki ciri khas.
“Saya pesan sama orang rumah (Ibu Suyati), kita produk harus ori. Berbentuk masih jamur, renyah tidak keras kita harus buat ciri khas sendiri” ujar Sumanji dengan tersenyum bangga.
Komitmen inilah yang menjadi pembeda utama. Setiap keping Kripik Jamur Dava masih mempertahankan bentuk asli suwiran jamur, memberikan tekstur yang renyah namun tetap lembut di dalam.
Ini bukan sekadar “rasa jamur”, ini adalah jamur yang sesungguhnya. Kualitas inilah yang membuat produk mereka diterima luas, dari masyarakat umum hingga salah satu General Manager hotel di Pontianak yang menjadi pelanggan setia.
Produk Kripik Jamur Dava tersedia di outlet oleh-oleh Hotel Mercure dan Hotel Borneo Pontianak
Dua tahun berjalan sejak produk kripik ini serius dikembangkan, Kripik Jamur Dava telah mengantongi sertifikasi P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI, serta sedang dalam proses pengajuan merek dagang. Ini adalah bukti keseriusan mereka dalam membangun bisnis yang profesional dan terpercaya.
Misi Sosial untuk Berbagi Ilmu, Menebar Rezeki
Kesuksesan Kripik Jamur Dava tidak membuat Sumanji dan Suyati lupa daratan. Justru sebaliknya, pengalaman pahit di masa lalu menempa mereka menjadi pribadi yang lebih peduli. Mereka membuka pintu rumah dan ilmu mereka lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin belajar.





- Penulis: Arbi
- Editor: Sonny
