Selasa, 21 Jul 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025

“Saya nggak pernah merasa disaingi. Rezeki, Yang Kuasa yang ngatur. Rezeki tidak akan pernah tertukar,” ucap Sumanji dengan bijak.

Prinsip mulia ini mereka wujudkan dalam tindakan nyata. Mereka telah mengajari dan membina beberapa warga sekitar, termasuk janda dan anak yatim piatu, untuk membudidayakan jamur.

Hebatnya, mereka juga menjadi penampung hasil panen dari binaan mereka, terutama saat pesanan kripik jamur membludak, seperti saat Lebaran.

“Ada mengambil sama yang ini tadi itu yang saya ajarin, binaan gitu kan. Nanti kalau misalnya udah panen, antar setor ke rumah, saya nampungnya,” tutur Suyati.

Bagi mereka, bisnis bukan hanya tentang mencari keuntungan. “Kita ingin membantu perekonomian sesama kawan, sesama tetangga,” tambahnya.

Ini adalah sebuah ekosistem pemberdayaan yang mereka bangun secara organik, menciptakan dampak positif yang jauh melampaui keuntungan materi.

Tantangan dan Visi Besar untuk Mengetuk Pintu Peluang yang Lebih Luas

Di balik kisah sukses ini, tantangan masih membentang. Kapasitas produksi menjadi kendala utama. Seluruh proses budidaya, terutama pembuatan backlog (media tanam jamur), masih dilakukan secara manual. Sumanji memimpikan sebuah mesin pencetak backlog yang dapat mempercepat produksi secara signifikan.

“Kalau pakai alat yang mesin, area yang luas seperti ini bisa saya penuhi. Punya 5.000-6.000 backlog, itu sehari bisa panen maksimal 40-50 kg,” bayangnya.

Dengan produksi yang masih terbatas, mimpi untuk merambah pasar ekspor, yang permintaannya sudah mulai datang dari Malaysia hingga Brunei, terpaksa harus ditahan.

“Kalau untuk wilayah Pontianak sih Insya Allah bisa. Cuman kalau untuk wilayah yang sampai keluar gitu, belum cukup untuk bahan bakunya,” kata Suyati.

Bantuan pemerintah, meskipun sudah ada, dirasa masih sangat minim. Proposal senilai puluhan juta yang diajukan hanya berbuah bantuan beberapa drum, jauh dari cukup untuk melakukan lompatan produksi.

Kini, harapan terbesar mereka adalah terbukanya pintu kolaborasi. Mereka membutuhkan dukungan, baik dari Pemerintah, BUMD, BUMN maupun pihak swasta, untuk permodalan dan pengadaan alat-alat produksi.

Visi mereka jelas yaitu mengembangkan budidaya jamur menjadi lebih besar, memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh, dan membawa “Kripik Jamur Dava” dikenal masyarakat luas, bahkan hingga ke panggung ekspor.

“Harapan saya, kepingin kripik jamur ini dikenal masyarakat luas. Kalau misalnya ada bisa ekspor, saya juga kepingin mau ikut ekspor,” ujar Suyati penuh harap.

Kisah Sumanji dan Suyati adalah cerminan dari potensi luar biasa yang dimiliki UMKM di Kalimantan Barat. Mereka adalah para pejuang yang mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, mengubah air mata menjadi sumber inspirasi.

Kripik Jamur Dava bukan lagi sekadar camilan, melainkan simbol dari ketekunan, kualitas, dan semangat berbagi.

Bagi para investor, mitra, atau pemangku kebijakan yang mencari peluang untuk berinvestasi pada pertumbuhan ekonomi riil yang berdampak sosial, inilah saatnya untuk melirik dan mendukung perjalanan luar biasa dari Kripik Jamur Dava. (Ar-S)

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Inspiratif  Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na Play Button photo_camera 3

    Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • 0Komentar

    Terry juga menambahkan sentuhan personal yang membedakan. “Di sini juga saya tambahkan ada daun kesum. “Nah kenapa saya tambahkan daun kesum? karena supaya kalau produk ini ada di Jawa, di Jawa tuh kan daun kesumnya nggak ada. Jadi saya tambahkan di sini agak ada wangi-wangi daun kesumnya.” Proses produksi ini, yang memakan waktu berjam-jam, diakhiri […]

  • Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru photo_camera 4

    Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • 0Komentar

    Mengolah Potensi Rebung Bonti untuk Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Alam SANGGAU – (infoumkmkalbar) ELPAGAR bersama Pemdes Empodis, Disperindagkop UM Kabupaten Sanggau, dan Loka Kreasi UMKM, dengan dukungan Yayasan Solidaritas Dana Nusantara, menggelar pelatihan life skill bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Empodis. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Empodis dan Dusun Mua, yang keduanya berada […]

  • Menjadi Jembatan Pembinaan Pemerintah, Loka Kreasi bukan sekedar Reseller photo_camera 4

    Menjadi Jembatan Pembinaan Pemerintah, Loka Kreasi bukan sekedar Reseller

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • 0Komentar

    Ia mengakui bahwa dalam portofolio bisnis, mungkin ada produk IKM yang pada awalnya “kurang laku” atau tidak begitu diterima pasar. Namun, agregator seperti Loka Kreasi bersedia mengesampingkan keuntungan sesaat dengan beberapa aksi seperti mengecualikan mengambil keuntungan untuk produk yang sangat murah, mendisplay produk di tempat yang lebih tepat, menarasikan setiap produk dengan bahasa yang promotif […]

  • Esterlina dan RereJuna Craft, Sebuah Kisah yang Menjadi Penopang Hidup dan Asa bagi Para Ibu Play Button photo_camera 5

    Esterlina dan RereJuna Craft, Sebuah Kisah yang Menjadi Penopang Hidup dan Asa bagi Para Ibu

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • 0Komentar

    Sejak saat itu, RereJuna Craft bukan lagi sekedar penyaluran hobi. Ia telah menjadi satu-satunya sumber penghasilan, tulang punggung bagi ia dan kedua anaknya. Tanggung jawab baru ini mendorongnya untuk menjadi lebih serius dan terstruktur. Ia mulai membuat rencana, program pelatihan, jadwal, dan strategi promosi melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.Di tengah kesulitan ini, sebuah […]

  • Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar Play Button photo_camera 4

    Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Desainer ternama asal Indonesia Denny Wirawan pada hari Senin, 28 Juli 2025 mengunjungi “Galeri Betanun” yang beralamat di MS Gardenia Residence No.G3, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kunjungan desainer kondang di Indonesia ini bukan merupakan yang pertama kali. “Ini pertemuan ke dua kami, yang beliau datang langsung ke galeri Betanun,” ungkap Erwan. […]

  • Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025 photo_camera 5

    Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • 0Komentar

    “Kami senang sekali bisa menghadirkan kolaborasi yang unik seperti ini. Tidak hanya menawarkan pengalaman rasa yang baru bagi pengunjung, tapi juga membawa pesan penting tentang pelestarian alam. Harapannya, sinergi antara dunia kopi dan konservasi ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku industri kreatif lainnya untuk ikut peduli pada lingkungan,” ujarnya. Harapan terbesar di event ini adalah […]

expand_less