Jumat, 17 Apr 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025

Jarak dan medan yang sulit ini, alih-alih menjadi penghalang, justru menjadi penegas otentisitas dan eksklusivitas setiap helai benang yang ditenun. Lokasi yang terisolasi ini jugalah yang menjaga kemurnian teknik tenun yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Inovasi Motif dan Filosofi dalam Sehelai Kain

Apa yang membedakan Betanun dari yang lain? Jawaban Erwansah tegas, tentu Inovasi dan Filosofi. Di tangannya, kain tenun Sambas tidak lagi terpaku pada pakem lama yang mungkin kurang relevan dengan selera pasar modern.

“Ciri khas kami, pertama, adalah inovasi. Motifnya kita setiap tahun selalu berganti dan warnanya kita mengikuti tren warna,” jelas Erwansyah.

Ini adalah langkah strategis yang krusial. Betanun tidak anti-tradisi, melainkan menerjemahkan tradisi ke dalam bahasa visual yang dipahami dunia saat ini.

Lebih dari itu, setiap motif yang lahir tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna. “Ada filosofi tersendiri dari motif yang kita munculkan setiap tahun,” katanya.

Fokus Betanun yang unik adalah pada motif-motif yang terinspirasi dari Brunei Darussalam. Keputusan ini lahir dari permintaan pasar yang kuat, terutama dari luar negeri.

Motif-motif populer seperti Sukma Indra, Sipu Gud, Arat Gegati, dan Jom Sarat menjadi primadona, sering dipesan untuk acara-acara sakral seperti hantaran pernikahan atau sebagai busana kehormatan.

Ini menunjukkan kelihaian Erwansah dalam membaca peluang pasar tanpa meninggalkan akar dari budayanya.

Tantangannya tidak mudah. Mengubah pola pikir para pengrajin yang terbiasa dengan motif-motif warisan menjadi tantangan tersendiri.

“Tantangan terbesarnya di masyarakatnya sendiri, mereka masih pola pikirnya pengen motif-motif lama. Sementara kalau pesanan sendiri, itu mereka pengennya motif yang sudah modern,” tuturnya.

Di sinilah peran Erwansah sebagai edukator menjadi vital. Ia harus sabar mengedukasi tentang desain, tren warna, dan permintaan pasar, menjembatani dua dunia yang berbeda.

Tangan-Tangan Terampil sebuah Kisah Pemberdayaan di Balik Keindahan

Betanun adalah sebuah ekosistem, bukan pabrik. Kekuatannya terletak pada para pengrajinnya, yang sebagian besar adalah perempuan-perempuan tangguh dari Desa Jirak dan Tinguli.

Erwansah menyebutkan ada sekitar 7-10 orang pengrajin inti yang ia percayakan untuk mengerjakan tenun-tenun eksklusif hasil desainnya.

Dengan penuh hormat, ia menyebutkan beberapa nama di antara mereka: Mak Cik,Mak Utih hingga Nek Su. Mereka bukan sekadar pekerja, melainkan mitra dan jantung dari Betanun.

Erwansah tidak hanya memberikan mereka pekerjaan, tetapi juga sebuah panggung untuk menunjukkan keahlian mereka kepada dunia, serta untuk mensejahterakan para perajin disana.

Lebih jauh lagi, Betanun mengemban misi sosial yang mulia. “Alhamdulillah, saya juga menyokong ekonomi mereka. Ada beberapa janda-janda yang saya berdayakan di sana,” ujar Erwansah.

Ini adalah bukti nyata bahwa bisnis bisa berjalan seiring dengan nurani. Pemberdayaan ini tidak berhenti pada upah menenun.

Erwansah membangun sebuah jaring pengaman sosial yang komprehensif bagi para mitranya.

“Selain mereka menenun, saya juga fasilitasi untuk beasiswa pendidikan, terus beasiswa lanjut usia,” jelasnya.

Sebuah konsep yang luar biasa. Anak-anak para pengrajin mendapatkan dukungan pendidikan, sementara para pengrajin yang sudah memasuki usia senja dan tidak lagi mampu menenun, tetap mendapatkan tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama ini.

Ini adalah sebuah model bisnis sosial yang patut menjadi inspirasi bagi para pengusaha UMKM lainnya.

Menjaga Asa Tetap Menyala suatu Regenerasi dan Visi Masa Depan

Salah satu kekhawatiran terbesar dalam pelestarian budaya adalah putusnya regenerasi. Erwansah sadar betul akan ancaman ini.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Gerai Samer di Simpang Ampar,Tayan Hilir Play Button photo_camera 4

    Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Gerai Samer di Simpang Ampar,Tayan Hilir

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • 0Komentar

    SANGGAU – (infoumkmkalbar) – Dalam era digital saat ini, pelaku usaha harus bisa bertransformasi dengan dunia digital dalam persaingan usaha sebab banyak sekali kebutuhan pasar yang terikat dengan digitalisasi seperti industri percetakan. Bertempat di jantung kota Tayan Hilir atau biasa disebut Simpang Ampar, Disperindagkop dan UM Kabupaten Sanggau menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Percetakan Melalui Digital Printing […]

  • Esterlina dan RereJuna Craft, Sebuah Kisah yang Menjadi Penopang Hidup dan Asa bagi Para Ibu Play Button photo_camera 5

    Esterlina dan RereJuna Craft, Sebuah Kisah yang Menjadi Penopang Hidup dan Asa bagi Para Ibu

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • 0Komentar

    Sejak saat itu, RereJuna Craft bukan lagi sekedar penyaluran hobi. Ia telah menjadi satu-satunya sumber penghasilan, tulang punggung bagi ia dan kedua anaknya. Tanggung jawab baru ini mendorongnya untuk menjadi lebih serius dan terstruktur. Ia mulai membuat rencana, program pelatihan, jadwal, dan strategi promosi melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.Di tengah kesulitan ini, sebuah […]

  • Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas Play Button photo_camera 5

    Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • 0Komentar

    Dalam bukunya, “Profil Kerajinan Tenun Songket Sambas”, ia merinci setidaknya ada 17 tahapan proses yang harus dilalui, melibatkan kolaborasi sekitar enam orang pekerja untuk menghasilkan satu bentang benang yang bisa menjadi 5 hingga 10 helai kain. Proses ini adalah sebuah makna kerja tangan yang presisi dan penuh kesabaran: Menaral: Proses awal memintal benang dari gulungan […]

  • Wujud Komitmen Hotel Mercure Pontianak Untuk Berkontribusi Pada Perekonomian Lokal

    Wujud Komitmen Hotel Mercure Pontianak Untuk Berkontribusi Pada Perekonomian Lokal

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • 0Komentar

    Ini adalah salah satu upaya dan langkah yang telah diambil oleh Hotel Mercure Pontianak untuk memperkuat kerja sama dengan pengusaha lokal dan memajukan ekonomi daerah. Kolaborasi antara pihak perhotelan, UMKM lokal, BUMD, BUMN dan pemerintah daerah sangatlah penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat Kalbar.(Sn)

  • Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar Play Button photo_camera 4

    Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Desainer ternama asal Indonesia Denny Wirawan pada hari Senin, 28 Juli 2025 mengunjungi “Galeri Betanun” yang beralamat di MS Gardenia Residence No.G3, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kunjungan desainer kondang di Indonesia ini bukan merupakan yang pertama kali. “Ini pertemuan ke dua kami, yang beliau datang langsung ke galeri Betanun,” ungkap Erwan. […]

  • Herry Haryanto Mengubah Akrilik Menjadi Usaha Handycraft Play Button photo_camera 4

    Herry Haryanto Mengubah Akrilik Menjadi Usaha Handycraft

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • 0Komentar

    Filosofi ini menjadi fondasi mental yang mendorongnya untuk terus belajar, bahkan dari orang lain. Jika ia menerima pesanan yang belum ia kuasai, ia tak segan mencari ahli, belajar langsung dari mereka, dan mempraktikkannya hingga mahir. Kolaborasi dan Jaringan: Kunci Melihat Pasar Di awal merintis, Herry mengakui sempat mengalami kesulitan dalam pemasaran. Produknya ada, namun belum […]

expand_less