Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025

Jarak dan medan yang sulit ini, alih-alih menjadi penghalang, justru menjadi penegas otentisitas dan eksklusivitas setiap helai benang yang ditenun. Lokasi yang terisolasi ini jugalah yang menjaga kemurnian teknik tenun yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Inovasi Motif dan Filosofi dalam Sehelai Kain

Apa yang membedakan Betanun dari yang lain? Jawaban Erwansah tegas, tentu Inovasi dan Filosofi. Di tangannya, kain tenun Sambas tidak lagi terpaku pada pakem lama yang mungkin kurang relevan dengan selera pasar modern.

“Ciri khas kami, pertama, adalah inovasi. Motifnya kita setiap tahun selalu berganti dan warnanya kita mengikuti tren warna,” jelas Erwansyah.

Ini adalah langkah strategis yang krusial. Betanun tidak anti-tradisi, melainkan menerjemahkan tradisi ke dalam bahasa visual yang dipahami dunia saat ini.

Lebih dari itu, setiap motif yang lahir tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna. “Ada filosofi tersendiri dari motif yang kita munculkan setiap tahun,” katanya.

Fokus Betanun yang unik adalah pada motif-motif yang terinspirasi dari Brunei Darussalam. Keputusan ini lahir dari permintaan pasar yang kuat, terutama dari luar negeri.

Motif-motif populer seperti Sukma Indra, Sipu Gud, Arat Gegati, dan Jom Sarat menjadi primadona, sering dipesan untuk acara-acara sakral seperti hantaran pernikahan atau sebagai busana kehormatan.

Ini menunjukkan kelihaian Erwansah dalam membaca peluang pasar tanpa meninggalkan akar dari budayanya.

Tantangannya tidak mudah. Mengubah pola pikir para pengrajin yang terbiasa dengan motif-motif warisan menjadi tantangan tersendiri.

“Tantangan terbesarnya di masyarakatnya sendiri, mereka masih pola pikirnya pengen motif-motif lama. Sementara kalau pesanan sendiri, itu mereka pengennya motif yang sudah modern,” tuturnya.

Di sinilah peran Erwansah sebagai edukator menjadi vital. Ia harus sabar mengedukasi tentang desain, tren warna, dan permintaan pasar, menjembatani dua dunia yang berbeda.

Tangan-Tangan Terampil sebuah Kisah Pemberdayaan di Balik Keindahan

Betanun adalah sebuah ekosistem, bukan pabrik. Kekuatannya terletak pada para pengrajinnya, yang sebagian besar adalah perempuan-perempuan tangguh dari Desa Jirak dan Tinguli.

Erwansah menyebutkan ada sekitar 7-10 orang pengrajin inti yang ia percayakan untuk mengerjakan tenun-tenun eksklusif hasil desainnya.

Dengan penuh hormat, ia menyebutkan beberapa nama di antara mereka: Mak Cik,Mak Utih hingga Nek Su. Mereka bukan sekadar pekerja, melainkan mitra dan jantung dari Betanun.

Erwansah tidak hanya memberikan mereka pekerjaan, tetapi juga sebuah panggung untuk menunjukkan keahlian mereka kepada dunia, serta untuk mensejahterakan para perajin disana.

Lebih jauh lagi, Betanun mengemban misi sosial yang mulia. “Alhamdulillah, saya juga menyokong ekonomi mereka. Ada beberapa janda-janda yang saya berdayakan di sana,” ujar Erwansah.

Ini adalah bukti nyata bahwa bisnis bisa berjalan seiring dengan nurani. Pemberdayaan ini tidak berhenti pada upah menenun.

Erwansah membangun sebuah jaring pengaman sosial yang komprehensif bagi para mitranya.

“Selain mereka menenun, saya juga fasilitasi untuk beasiswa pendidikan, terus beasiswa lanjut usia,” jelasnya.

Sebuah konsep yang luar biasa. Anak-anak para pengrajin mendapatkan dukungan pendidikan, sementara para pengrajin yang sudah memasuki usia senja dan tidak lagi mampu menenun, tetap mendapatkan tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama ini.

Ini adalah sebuah model bisnis sosial yang patut menjadi inspirasi bagi para pengusaha UMKM lainnya.

Menjaga Asa Tetap Menyala suatu Regenerasi dan Visi Masa Depan

Salah satu kekhawatiran terbesar dalam pelestarian budaya adalah putusnya regenerasi. Erwansah sadar betul akan ancaman ini.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keripik Incess Pontianak, Keripik Stik Talas Khas Pontianak Play Button photo_camera 4

    Keripik Incess Pontianak, Keripik Stik Talas Khas Pontianak

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • 0Komentar

    Ketelitian inilah yang menjadi pembeda utama, menciptakan tekstur dan rasa yang konsisten serta memuaskan pelanggan sehingga tak heran jika produk keripik stik talas ini yang menjadi primadona dan oleh-oleh wajib bagi para pelanggan atau tamu-tamu yang berkunjung ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Varian Rasa dan Harga Yang Terjangkau Untuk Semua Kalangan Keripik Incess menawarkan beragam […]

  • Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025 photo_camera 5

    Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • 0Komentar

    “Kami senang sekali bisa menghadirkan kolaborasi yang unik seperti ini. Tidak hanya menawarkan pengalaman rasa yang baru bagi pengunjung, tapi juga membawa pesan penting tentang pelestarian alam. Harapannya, sinergi antara dunia kopi dan konservasi ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku industri kreatif lainnya untuk ikut peduli pada lingkungan,” ujarnya. Harapan terbesar di event ini adalah […]

  • Cahaya, Pouch Etnik Keren Oleh oleh Pontianak Play Button photo_camera 6

    Cahaya, Pouch Etnik Keren Oleh oleh Pontianak

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • 0Komentar

    Sebab, orang yang mengerti pasti akan tahu, ini soal menjaga otentisitas karena yang kami jual adalah oleh-oleh khas Pontianak.” Selain pada motif ada rahasia cerdas di balik model bisnisnya yang memungkinkan produknya dijual dengan harga yang sangat kompetitif. Rinna menjalin kerjasama strategis dengan pemasok bahan baku, di kawasan pertokoan Nusa Indah, Pontianak. Alih-alih membeli kain […]

  • Wujud Komitmen Hotel Mercure Pontianak Untuk Berkontribusi Pada Perekonomian Lokal

    Wujud Komitmen Hotel Mercure Pontianak Untuk Berkontribusi Pada Perekonomian Lokal

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • 0Komentar

    Ini adalah salah satu upaya dan langkah yang telah diambil oleh Hotel Mercure Pontianak untuk memperkuat kerja sama dengan pengusaha lokal dan memajukan ekonomi daerah. Kolaborasi antara pihak perhotelan, UMKM lokal, BUMD, BUMN dan pemerintah daerah sangatlah penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat Kalbar.(Sn)

  • Dari Usaha Subsisten ke Kompetitif: Jurus Jitu Diskop UKM Prov. Kalbar Angkat Derajat UMKM photo_camera 5

    Dari Usaha Subsisten ke Kompetitif: Jurus Jitu Diskop UKM Prov. Kalbar Angkat Derajat UMKM

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat, Drs, Junaidi, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. “Kegiatan pelatihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, namun merupakan strategi intervensi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengusaha usaha mikro kecil, agar mampu bertransformasi dari usaha subsisten menjadi usaha produktif, modern, dan kompetitif,” ujar Junaidi. Sebagai […]

  • Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky Play Button photo_camera 3

    Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Rooftop & Café Lantai 7 Borneo Hotel menjadi saksi meriahnya Zumba Battle in the Sky yang sukses digelar pada Sabtu lalu. Bertempat di puncak hotel dengan pemandangan kota Pontianak, event ini mendulang antusiasme luar biasa dari masyarakat Kota Pontianak. Dua instruktur Zumba ternama, ZIN Asrul dan ZIN Andy Tio, tampil memukau dengan […]

expand_less