Kamis, 16 Jul 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025

Ia melihat banyak generasi tua yang usianya sudah rentan, sementara anak-anak muda lebih memilih merantau untuk mencari pekerjaan lain.

“Budaya di sana sudah mulai, generasi kebudayaan sudah mulai tidak suka dengan menenun,” kenangnya tentang kondisi awal.

Namun, ia tidak menyerah. “Saya selalu memotivasi anak muda di sana untuk terus mengembangkan tenunnya.”

Usahanya berbuah manis. Kini, di antara pengrajin senior yang usianya mencapai 63 tahun, telah hadir wajah-wajah baru yang lebih muda, siap melanjutkan tongkat estafet.

“Saya sudah punya pelestarian pengrajinnya, sudah ada, khususnya anak-anak mereka,” katanya bangga.

Visi Erwansah untuk Betanun tidak berhenti di pasar domestik. Ia menatap jauh keatas panggung Internasional. “Targetnya tidak hanya di pasar Nasional, tapi ke Internasional,” tegasnya.

Keberhasilannya sejauh ini menjadi bukti bahwa visinya bukan hanya ucapan semata namun hasil dari kerja keras selama 10 tahun lamanya. “Sejauh ini baik-baik saja, bahkan kita sudah mengantri untuk satu tahun ke depan, sudah ada orderan.”

Di masa depan, ia juga berencana untuk mengolah limbah tenun menjadi karya baru, menunjukkan komitmennya pada prinsip keberlanjutan (sustainability).

Ia juga sadar tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci. “Saya sangat butuh kerja sama. Saya tidak pandang bulu siapa orangnya, yang penting dia bisa men-support kami sebagai pengrajin,” ujarnya, membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkontribusi.

Harapan untuk Generasi Muda dan Panggilan untuk Semua

Di akhir perbincangan, Erwansah menitipkan sebuah harapan besar, terutama untuk generasi muda. Ia berharap mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga agen promosi bagi wastra dari daerah mereka sendiri.

“Harapan saya, mereka juga membantu mempromosikan wastra mereka yang sudah turun temurun. Terus, mereka juga harus belajar sedikit-sedikit, dan jangan malu untuk menggunakan wastra,” pesannya.

Ia menekankan bahwa wastra kini bisa dipadukan dengan gaya busana sehari-hari, membuatnya relevan dan keren untuk dipakai anak muda.

Kepada pemerintah dan masyarakat luas, harapannya jelas: dukungan. Dukungan dalam bentuk promosi, bantuan pembiayaan untuk menjaga keberlangsungan produksi, dan yang terpenting, dengan membeli dan memakai produk lokal. “Mereka harus memakai juga, membantu memakai dan membeli produknya kami,” pintanya.

Perjalanan Betanun adalah sebuah mahakarya itu sendiri. Ini adalah narasi tentang bagaimana satu orang dengan visi yang jelas mampu mengubah nasib sebuah komunitas, melestarikan budaya yang nyaris pudar, dan membuktikan bahwa produk dari desa terpencil pun bisa “merajai” pasar global.

Erwansah dan para perempuan tangguh di Desa Jirak dan Tinguli tidak hanya menenun benang. Mereka menenun harapan, menenun kemandirian, dan menenun masa depan yang lebih cerah untuk wastra Sambas.

Dan cerita mereka layak untuk didengar, didukung, dan dirayakan oleh seluruh Indonesia. Harapannya sederhana namun kuat, “Semoga Betanun tetap terus berkembang dan makin merajarela ke mana pun pasarnya.” (Ar-S)

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas Play Button photo_camera 5

    Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • 0Komentar

    Dalam bukunya, “Profil Kerajinan Tenun Songket Sambas”, ia merinci setidaknya ada 17 tahapan proses yang harus dilalui, melibatkan kolaborasi sekitar enam orang pekerja untuk menghasilkan satu bentang benang yang bisa menjadi 5 hingga 10 helai kain. Proses ini adalah sebuah makna kerja tangan yang presisi dan penuh kesabaran: Menaral: Proses awal memintal benang dari gulungan […]

  • Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru photo_camera 4

    Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • 0Komentar

    Mengolah Potensi Rebung Bonti untuk Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Alam SANGGAU – (infoumkmkalbar) ELPAGAR bersama Pemdes Empodis, Disperindagkop UM Kabupaten Sanggau, dan Loka Kreasi UMKM, dengan dukungan Yayasan Solidaritas Dana Nusantara, menggelar pelatihan life skill bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Empodis. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Empodis dan Dusun Mua, yang keduanya berada […]

  • Rayakan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254, Borneo Hotel Pontianak Gelar Lomba Masak Ikan Asam Pedas

    Rayakan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254, Borneo Hotel Pontianak Gelar Lomba Masak Ikan Asam Pedas

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Menyambut Hari Jadi Kota Pontianak yang diperingati setiap tanggal 23 Oktober, Borneo Hotel Pontianak menyajikan Lomba Masak Ikan Asam Pedas yang akan menyulap kekayaan kuliner lokal menjadi ajang kreatif. Audisi awal lomba diselenggarakan pada 9–11 Oktober 2025, dimana para peserta cukup membawa masakan Ikan Asam Pedas hasil olahan mereka untuk dinilai secara […]

  • Herry Haryanto Mengubah Akrilik Menjadi Usaha Handycraft Play Button photo_camera 4

    Herry Haryanto Mengubah Akrilik Menjadi Usaha Handycraft

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • 0Komentar

    Filosofi ini menjadi fondasi mental yang mendorongnya untuk terus belajar, bahkan dari orang lain. Jika ia menerima pesanan yang belum ia kuasai, ia tak segan mencari ahli, belajar langsung dari mereka, dan mempraktikkannya hingga mahir. Kolaborasi dan Jaringan: Kunci Melihat Pasar Di awal merintis, Herry mengakui sempat mengalami kesulitan dalam pemasaran. Produknya ada, namun belum […]

  • Tak Hanya Jaga Mangrove, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) Juga Bantu Perekonomian Lokal Lewat UMKM!! photo_camera 6

    Tak Hanya Jaga Mangrove, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) Juga Bantu Perekonomian Lokal Lewat UMKM!!

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • 0Komentar

    “Mangrove adalah rumah bagi beragam biota laut yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang,” kata Rio, mencontohkan kekayaan ikan dan kepiting yang melimpah di ekosistem yang sehat. Sumber daya ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik dijual langsung maupun diolah menjadi produk bernilai tambah. Salah satu inovasi paling menonjol yang lahir dari program ini adalah pengembangan […]

  • Askrindo Kalbar Gandeng UMKM Naik Kelas: Proteksi Terjangkau dan Visi Mengangkat Gengsi Produk Lokal photo_camera 4

    Askrindo Kalbar Gandeng UMKM Naik Kelas: Proteksi Terjangkau dan Visi Mengangkat Gengsi Produk Lokal

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • 0Komentar

    “Kalau kualitasnya bagus, tidak bisa dibilang mahal. Saya ingin ketika para pejabat atau tamu dari luar datang, mereka bisa menjadi ‘model gratis’ atau endorser yang mempromosikan produk kebanggaan Kalbar. Dengan begitu, kita tidak hanya melindungi usaha mereka, tapi juga membangun kebanggaan bersama,” tutup Danny. Langkah Askrindo ini menjadi bukti nyata bahwa BUMN tidak hanya berperan […]

expand_less