Jumat, 17 Apr 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

Tak Sekadar Brand, Betanun Membawa Asa, Warisan dan Martabat Tenun Sambas

  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025

Ia melihat banyak generasi tua yang usianya sudah rentan, sementara anak-anak muda lebih memilih merantau untuk mencari pekerjaan lain.

“Budaya di sana sudah mulai, generasi kebudayaan sudah mulai tidak suka dengan menenun,” kenangnya tentang kondisi awal.

Namun, ia tidak menyerah. “Saya selalu memotivasi anak muda di sana untuk terus mengembangkan tenunnya.”

Usahanya berbuah manis. Kini, di antara pengrajin senior yang usianya mencapai 63 tahun, telah hadir wajah-wajah baru yang lebih muda, siap melanjutkan tongkat estafet.

“Saya sudah punya pelestarian pengrajinnya, sudah ada, khususnya anak-anak mereka,” katanya bangga.

Visi Erwansah untuk Betanun tidak berhenti di pasar domestik. Ia menatap jauh keatas panggung Internasional. “Targetnya tidak hanya di pasar Nasional, tapi ke Internasional,” tegasnya.

Keberhasilannya sejauh ini menjadi bukti bahwa visinya bukan hanya ucapan semata namun hasil dari kerja keras selama 10 tahun lamanya. “Sejauh ini baik-baik saja, bahkan kita sudah mengantri untuk satu tahun ke depan, sudah ada orderan.”

Di masa depan, ia juga berencana untuk mengolah limbah tenun menjadi karya baru, menunjukkan komitmennya pada prinsip keberlanjutan (sustainability).

Ia juga sadar tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci. “Saya sangat butuh kerja sama. Saya tidak pandang bulu siapa orangnya, yang penting dia bisa men-support kami sebagai pengrajin,” ujarnya, membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkontribusi.

Harapan untuk Generasi Muda dan Panggilan untuk Semua

Di akhir perbincangan, Erwansah menitipkan sebuah harapan besar, terutama untuk generasi muda. Ia berharap mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga agen promosi bagi wastra dari daerah mereka sendiri.

“Harapan saya, mereka juga membantu mempromosikan wastra mereka yang sudah turun temurun. Terus, mereka juga harus belajar sedikit-sedikit, dan jangan malu untuk menggunakan wastra,” pesannya.

Ia menekankan bahwa wastra kini bisa dipadukan dengan gaya busana sehari-hari, membuatnya relevan dan keren untuk dipakai anak muda.

Kepada pemerintah dan masyarakat luas, harapannya jelas: dukungan. Dukungan dalam bentuk promosi, bantuan pembiayaan untuk menjaga keberlangsungan produksi, dan yang terpenting, dengan membeli dan memakai produk lokal. “Mereka harus memakai juga, membantu memakai dan membeli produknya kami,” pintanya.

Perjalanan Betanun adalah sebuah mahakarya itu sendiri. Ini adalah narasi tentang bagaimana satu orang dengan visi yang jelas mampu mengubah nasib sebuah komunitas, melestarikan budaya yang nyaris pudar, dan membuktikan bahwa produk dari desa terpencil pun bisa “merajai” pasar global.

Erwansah dan para perempuan tangguh di Desa Jirak dan Tinguli tidak hanya menenun benang. Mereka menenun harapan, menenun kemandirian, dan menenun masa depan yang lebih cerah untuk wastra Sambas.

Dan cerita mereka layak untuk didengar, didukung, dan dirayakan oleh seluruh Indonesia. Harapannya sederhana namun kuat, “Semoga Betanun tetap terus berkembang dan makin merajarela ke mana pun pasarnya.” (Ar-S)

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upaya Camat Pontianak Utara Untuk Memperkenalkan dan Melestarikan Tanjak Sebagai Identitas Budaya Melayu di MTQ photo_camera 4

    Upaya Camat Pontianak Utara Untuk Memperkenalkan dan Melestarikan Tanjak Sebagai Identitas Budaya Melayu di MTQ

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • 0Komentar

    Upaya pelestarian ini, menurutnya, menjadi jawaban atas kekhawatiran terkikisnya pengetahuan budaya di kalangan generasi muda. Pembinaan Berkelanjutan Untuk memastikan kualitas dan profesionalisme, Kecamatan Pontianak Utara menerapkan proses kurasi yang ketat bagi UMKM yang ingin berpartisipasi dalam setiap event. “Kami lakukan proses selektif. Pertama, kami cek apakah UMKM tersebut sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Jika […]

  • Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar Play Button photo_camera 4

    Desainer Ternama “Denny Wirawan” Angkat Keindahan Wastra Kalbar

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Desainer ternama asal Indonesia Denny Wirawan pada hari Senin, 28 Juli 2025 mengunjungi “Galeri Betanun” yang beralamat di MS Gardenia Residence No.G3, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kunjungan desainer kondang di Indonesia ini bukan merupakan yang pertama kali. “Ini pertemuan ke dua kami, yang beliau datang langsung ke galeri Betanun,” ungkap Erwan. […]

  • Lebih dari Sekadar Pameran Gratis: Cara BI Angkat UMKM Pontianak ke Panggung Nasional photo_camera 5

    Lebih dari Sekadar Pameran Gratis: Cara BI Angkat UMKM Pontianak ke Panggung Nasional

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • 0Komentar

    Harapan besar pun tersemat pada kelanjutan program ini. Iriena berharap acara serupa bisa menjadi agenda rutin untuk membuka pasar bagi UMKM yang mayoritas belum memiliki toko fisik sendiri dan masih mengandalkan sistem konsinyasi atau titip jual. Visi tersebut diperkuat oleh Ika Sartika (Owner TaoToba), yang melihat UMKM sebagai fondasi penting bagi perekonomian. “Harapan saya, produk […]

  • Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo Play Button photo_camera 5

    Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • 0Komentar

    Kini, aroma Kopi Citra Wangi dapat dengan mudah ditemui di berbagai lokasi strategis di Pontianak, mulai dari Bandara Supadio (toko oleh-oleh Pandan Wangi), toko oleh-oleh Ponti Bonti, hingga outlet oleh-oleh UMKM Corner di Hotel Mercure dan Hotel Borneo Pontianak. Perjalanan Kopi Citra Wangi juga mendapat perhatian serius dari Inkubator Bisnis Bank Indonesia (INKUBBI). Untuk menjadi […]

  • Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak Play Button photo_camera 4

    Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • 0Komentar

    Setelah tiga ‘rengge’ siap, ketiganya lalu disatukan atau ‘dicantum’ hingga membentuk sebuah kerucut yang menjadi rangka utama caping. Tahap selanjutnya adalah melapisi kerangka tersebut. Lapisan daun tambahan yang sudah diiris rapi dilekatkan pada kerangka, lalu dijahit dengan kuat menggunakan sejenis tali khusus yang disebut ‘tali kelayang’ untuk menyatukan seluruh lapisan daun. Sebagai penguat struktur, sebuah […]

  • Kontribusi Mahasiswa FEB Untan Bagi Pengembangan UMKM Play Button photo_camera 6

    Kontribusi Mahasiswa FEB Untan Bagi Pengembangan UMKM

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • 0Komentar

    Strategi ini terbukti jitu, para peserta yang hadir merupakan representasi dari kondisi ekonomi desa yang beragam. Sebagian dari mereka adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang usahanya sudah berjalan namun belum berkembang optimal. Sebagian lainnya adalah para ibu rumah tangga yang memiliki potensi dan keinginan untuk memulai usaha, namun belum tahu harus memulai […]

expand_less