Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Esterlina dan RereJuna Craft, Sebuah Kisah yang Menjadi Penopang Hidup dan Asa bagi Para Ibu

Esterlina dan RereJuna Craft, Sebuah Kisah yang Menjadi Penopang Hidup dan Asa bagi Para Ibu

  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025

KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) – (14/7/2025) Di sebuah sudut Kota Pontianak, di antara deru kesibukan sehari-hari, sebuah kisah inspiratif terungkap dari balik mesin jahit. Ini adalah kisah tentang Esterlina, seorang ibu, seorang kreator, dan pendiri RereJuna Craft.

Usahanya bukan sekadar tentang membuat tas, melainkan memberdayakan sesama, dan membuktikan bahwa dari sebuah hobi yang dipupuk dengan cinta, bisa tumbuh menjadi penopang hidup yang kokoh.

Perjalanan RereJuna Craft adalah cerminan dari ketangguhan dan kreativitas pemiliknya. Berawal dari iseng mengisi waktu luang, kini telah bertransformasi menjadi sebuah jenama (brand) yang dikenal dengan produk tas custom berkualitas dan sebuah misi sosial yang mulia: memberdayakan kaum perempuan, terutama para ibu rumah tangga dan ibu tunggal.

Awal Mula Hanya Sebuah Hobi Jahit Tangan di Sanggau hingga Komunitas di Pontianak

Setiap perjalanan besar dimulai dari satu langkah kecil. Bagi Esterlina, langkah itu adalah kecintaannya pada kerajinan tangan yang sudah bersemi sejak kecil.

“Saya sebenarnya mungkin dari kecil ya, suka memang membuat sesuatu. Jadi kalau kerajinan itu, berbagai kerajinan itu saya suka,” kenang Esterlina, membuka percakapan kami.

Kisah spesifiknya dengan tas dimulai bukan dengan kemudahan mesin industri, melainkan dengan kesederhanaan jarum dan benang di tangan.

Setelah kelahiran anak keduanya, Esterlina mendapati dirinya memiliki banyak waktu luang. Didorong oleh hasratnya untuk kembali berkarya, ia mulai menjelajahi dunia maya, bukan melalui YouTube seperti sekarang, melainkan Pinterest dan Facebook.

Di sanalah ia menemukan sebuah dompet multifungsi yang kala itu populer dengan sebutan WHPO (Wallet Handphone Organizer). Tertarik dengan konsepnya, ia menemukan tutorial di Facebook, membeli bahan siap jahit (kit), dan mulai mencoba.

“Awalnya itu masih jahit tangan karena saya enggak punya mesin,” ungkapnya. Satu demi satu dompet berhasil ia ciptakan. Setiap karyanya ia bagikan di akun Facebook pribadinya.

Tak disangka, respons positif mulai berdatangan. “Ada pesanan 1, 2, 1, 2 gitu. Awalnya di situ,” ceritanya.

Perjalanan ini dimulai pada tahun 2016 di Sanggau. Setiap pesanan yang datang, meski hanya satu atau dua, dikerjakannya dengan tekun menggunakan tangan.

Dari dompet, permintaan berkembang ke tas. Esterlina pun terus belajar secara otodidak, mencari berbagai tutorial untuk memenuhi keinginan pelanggannya.

Titik penting berikutnya terjadi pada pertengahan 2017 ketika ia pindah ke Pontianak. Melalui jejaring yang telah ia bangun di Facebook, ia terhubung dengan para perajin tas lain di kota ini.

Mereka kemudian membentuk sebuah komunitas, wadah untuk saling berbagi ilmu dan dukungan. Dari komunitas inilah jalan Esterlina menuju dunia UMKM yang lebih terstruktur mulai terbuka.

Ia didorong untuk bergabung dengan grup-grup UMKM binaan dinas, mengikuti berbagai pelatihan, hingga akhirnya mengurus surat izin usaha.

Pada tahun 2018, RereJuna Craft pun lahir. Nama ini diambil dari gabungan nama kedua buah hatinya, Rere dan Juna, sementara kata ‘Craft’ dipilih karena pada awalnya ia tidak ingin membatasi diri hanya pada tas.

Namun, seiring berjalannya waktu dan pemahamannya bahwa sebuah usaha memerlukan fokus, ia mendedikasikan RereJuna Craft untuk dunia tas.

DNA RereJuna Craft Suatu Keunikan dalam Sentuhan Personal

Di tengah lautan produk tas yang membanjiri pasar, RereJuna Craft menemukan ceruknya sendiri. Kekuatan utamanya bukanlah produksi massal, melainkan personalisasi. Sistem custom menjadi DNA dari setiap produk yang lahir dari tangannya.

“Kalau keunikan produk itu mungkin di sistem ya, kayaknya di custom,” jelas Esterlina. Ini berarti pelanggan tidak hanya membeli produk jadi, tetapi berpartisipasi dalam proses penciptaan.

Prosesnya sangat fleksibel. Pelanggan bisa memilih segalanya:

  • Desain: Apakah ingin tas pinggang, ransel, tote bag, atau model lainnya.
  • Ukuran: Bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik.
  • Fitur: Ingin tambahan saku, menggunakan ritsleting atau kancing magnet.
  • Kain: Pilihan bahan sangat beragam, mulai dari katun dengan motif bunga atau garis, hingga kain dengan motif khas Kalimantan Barat. Esterlina bahkan pernah membuat tas dari kain Ulos yang dikirimkan oleh pelanggan.
  • Jumlah: Keistimewaan lainnya adalah tidak ada jumlah pesanan minimum. “Walaupun custom, bisa satu aja bisa,” tegasnya.

Fleksibilitas inilah yang membuat produk RereJuna Craft memiliki tempat istimewa di hati pelanggannya. Mereka mendapatkan produk yang benar-benar sesuai dengan keinginan dan kepribadian mereka. “Karena custom ya, jadi sesuai dengan keinginan customer. Kebanyakan ya puas,” tuturnya.

Sebuah Titik Balik Perubahan Hidup dan Lahirnya Sebuah Misi

Setiap pengusaha memiliki momen yang menjadi titik balik, yang mengubah cara pandang dan mendorong mereka untuk berlari lebih kencang.

Bagi Esterlina, momen itu datang pada tahun 2019. Sebuah perubahan besar dalam kehidupan pribadinya memaksanya untuk melihat usahanya dari perspektif yang sama sekali berbeda.

“Tahun 2019 itu saya kemudian harus menjadi kepala rumah tangga. Itu sebenarnya titik baliknya,” akunya dengan tegar. “Kalau awalnya itu saya memang ini sebagai hobi aja. Istilahnya ada orderan ya dikerjakan, enggak ya udah. Tidak menjadikan usaha.”

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • KeGia Memadukan Pesona Batu Alam dan Tenun Khas Kalbar Play Button photo_camera 6

    KeGia Memadukan Pesona Batu Alam dan Tenun Khas Kalbar

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di sebuah sudut Kota Khatulistiwa, dari jemari terampil seorang perempuan bernama Maya Noviza, lahir sebuah mahakarya yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga membisikkan cerita. Cerita tentang gairah yang ditemukan kembali, tentang cinta pada warisan budaya, dan tentang sebuah bisnis yang dirawat layaknya seorang anak. Inilah KeGia, sebuah jenama (brand) aksesoris premium […]

  • Tak Hanya Jaga Mangrove, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) Juga Bantu Perekonomian Lokal Lewat UMKM!! photo_camera 6

    Tak Hanya Jaga Mangrove, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) Juga Bantu Perekonomian Lokal Lewat UMKM!!

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Sepanjang garis pantai di ujung Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebuah wilayah Kecamatan Batu Ampar, terbentang luas hutan mangrove yang kaya akan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Jauh dari hiruk pikuk pusat kota, di tengah komunitas-komunitas pesisir yang hidupnya bergantung pada alam, organisasi non-profit  atau “NGO” yaitu singkatan dari Non-Governmental Organization, […]

  • Sambut Kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak Hadirkan Promo Merdeka Stay & Freedom of Flavor photo_camera 4

    Sambut Kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak Hadirkan Promo Merdeka Stay & Freedom of Flavor

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Sambut bulan kemerdekaan, Borneo Hotel Pontianak hadirkan dua promo spesial yang memadukan kenyamanan akomodasi dan kenikmatan kuliner yang hanya tersedia selama bulan Agustus 2025. Adapun promo yang ditawarkan adalah “Merdeka Stay” menginap di kamar Deluxe seharga Rp 480.000 net per malam.   Tidak hanya nyaman, tetapi paket ini juga mencakup sarapan dan […]

  • LPPOM MUI Kalbar: Menjembatani Jurang Digital UMKM Demi Sertifikasi Halal

    LPPOM MUI Kalbar: Menjembatani Jurang Digital UMKM Demi Sertifikasi Halal

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Di tengah tuntutan regulasi yang mewajibkan sertifikasi halal, sebuah tantangan tersembunyi justru menjadi penghambat utama bagi ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat, sebut saja jurang digital. Gagap Teknologi (gaptek) dan kerumitan birokrasi menjadi sebuah tembok tinggi yang sulit dipanjat. Menjawab keresahan ini, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan […]

  • Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak Play Button photo_camera 4

    Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Bagi masyarakat awam, mungkin pernah terlintas pertanyaan saat melihat caping dan tudung saji warna warni yang menjadi hiasan dinding untuk mempercantik dekorasi atau homedecor. Dari mana bisa mendapatkan topi caping hias yang khas itu, siapa pembuatnya, dan di mana pusat produksinya? Nah dari pertanyaan itu kami akan mencoba untuk mengupas pertanyaan tersebut […]

  • Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava Play Button photo_camera 5

    Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • 0Komentar

    KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) – (11/7/2025) Di sebuah sudut kota yang tenang, jauh dari bisingnya suara kendaraan, sebuah kisah pengusaha UMKM yang luar biasa lahir dari air mata dan keputusasaan. Ini adalah cerita tentang Sumanji dan Suyati, pasangan suami-istri di balik merek “Kripik Jamur Dava”. Perjalanan mereka bukan sekedar tentang menciptakan camilan renyah, melainkan sebuah […]

expand_less