Tak Hanya Jaga Mangrove, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) Juga Bantu Perekonomian Lokal Lewat UMKM!!
- calendar_month Jumat, 4 Jul 2025

PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Sepanjang garis pantai di ujung Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebuah wilayah Kecamatan Batu Ampar, terbentang luas hutan mangrove yang kaya akan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna.
Jauh dari hiruk pikuk pusat kota, di tengah komunitas-komunitas pesisir yang hidupnya bergantung pada alam, organisasi non-profit atau “NGO” yaitu singkatan dari Non-Governmental Organization, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Blue Forests – Yayasan Hutan Biru site Kubu Raya, Kalimantan Barat melalui pendanaan “Blue Action Fund (BAF)” telah hadir dalam upaya konservasi untuk melindungi, melestarikan, dan mengelola hutan mangrove secara berkelanjutan
Mereka merajut jalinan yang rumit antara pelestarian ekosistem hutan mangrove yang krusial dengan pemberdayaan ekonomi lokal masyarakat sekitar melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), membuktikan bahwa kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh subur dari alam yang terjaga.

Dalam sebuah wawancara eksklusif di Outlet UMKM Corner – Hotel Mercure Pontianak pada hari Kamis (3/7/2025), Direktur Blue Forests Indonesia, Rio Ahmad A.S. dengan gamblang memaparkan filosofi dan dedikasi organisasinya.

Berakar dari nilai lokal – global – lokal yang merupakan paradigma dari Yayasan Hutan Biru, atau dikenal juga secara global sebagai Blue Forests lembaga yang berfokus pada konservasi dan restorasi hutan mangrove serta memiliki tujuan untuk melibatkan masyarakat lokal dalam upaya pelestarian dan pemulihan hutan mangrove, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Blue Forest memiliki cita-cita untuk memperkuat kemampuan adaptasi komunitas dan ekosistem pesisir, khususnya dalam menghadapi perubahan-perubahan yang dapat mengancam keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Rio.






- Penulis: Arbi
- Editor: Sonny
