Selasa, 7 Apr 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas

Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas

  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025

PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di sebuah sudut negeri yang kaya akan budaya, di tengah gempuran modernisasi dan produk pabrikan yang seragam, sebuah home industri berdiri teguh.

Napasnya adalah tradisi, denyutnya adalah dedikasi. Namanya Sahidah Songket, sebuah jenama yang tidak hanya menjual selembar kain, tetapi juga merajut kisah, melestarikan warisan, dan memperjuangkan keaslian tenun Sambas.

Di balik nama merek yang sarat makna itu, berdiri seorang pria bernama Alfian yang suka disapa dengan sebutan Alfian Songket, ia bukan hanya sekedar seorang yang mengelola suatu bisnis.

Dengan sorot mata yang menyiratkan gairah dan kecintaan mendalam, ia memperkenalkan dirinya sebagai seorang “pelestari”. Sebuah peran yang ia emban dengan penuh tanggung jawab sebagai generasi ketiga dalam keluarganya.

“Saya di home industri Sahidah Songket ini sebagai pengelola usahanya, tapi ya lebih kepada kita pelestari,” ujar Alfian dengan nada mantap.

“Pelestari tenun songket tradisional, juga tenun ikat tradisional khas Sambas. Intinya bahwa kita komit untuk memproduksi, membuat, dan melestarikan tenun-tenun tradisional.”

Komitmen inilah yang menjadi benang merah dari seluruh perjalanan Sahidah Songket, sebuah epik yang membentang lebih dari setengah abad, melintasi tiga generasi, dan menghadapi berbagai tantangan zaman.

Akar Sejarah: Dari Nenek Turun ke Ibu, Kini di Tangan Sang Cucu

Kisah Sahidah Songket tak bisa dilepaskan dari sosok inspiratif di balik namanya: Ibu Sahidah, ibunda dari Alfian. Nama “Sahidah” diabadikan bukan tanpa alasan. Ia adalah matriark, sumber mata air dari ilmu dan semangat menenun yang kini mengalir deras.

“Sahidah itu menjadi nama usahanya saya ambil dari nama ibu saya,” ungkap Alfian. Perjalanan Ibu Sahidah dengan tenun dimulai pada usia yang sangat belia, 14 tahun, di kampung halamannya di Sambas.

Ilmu itu ia dapatkan langsung dari ibunya, yang berarti nenek dari Alfian. Ini menjadikan Alfian pewaris tradisi generasi ketiga, sebuah amanah yang tidak ringan.

“Ibu saya itu mempelajari usaha tenun ini dari beliau berumur 14 tahun. Jadi saya ini merupakan generasi ketiga dalam keluarga saya yang melestarikan tenun Sambas,” tuturnya dengan bangga.

Kini, di usianya yang menginjak 80-an tahun, jemari Ibu Sahidah mungkin tidak lagi lincah di atas alat tenun. Namun, semangatnya tak pernah padam.

Ia beralih peran menjadi seorang maestro di balik layar, seorang kurator kualitas dan desainer corak yang memastikan setiap helai kain yang lahir dari rahim Sahidah Songket memiliki DNA keaslian dan keindahan yang terjaga.

Perjalanan bisnis itu sendiri dimulai secara resmi pada tahun 1969. Dengan visi yang melampaui batas-batas kampungnya, Ibu Sahidah membawa tenun Sambas keluar dari zona nyamannya. Ia hijrah ke Singkawang pada era 70-an, sebuah langkah berani untuk mencari pangsa pasar yang lebih luas.

Setelah kurang lebih lima tahun membangun reputasi di sana, ia kembali ke Sambas pada tahun 80-an, meneruskan usaha dengan nama yang sama.

Meski sempat mengalami pasang surut dan periode non-aktif, Sahidah Songket bangkit kembali dengan kekuatan penuh sejak tahun 1994.

Sejak saat itu hingga hari ini, roda produksi tak pernah berhenti berputar, bertransformasi dari usaha dengan satu-dua penenun hingga pernah mempekerjakan 50 orang sebelum pandemi melanda.

Komitmen pada Keaslian: Melawan Arus Tenun Palsu

Salah satu pilar utama yang menopang eksistensi Sahidah Songket adalah komitmennya yang tak tergoyahkan pada orisinalitas dan tradisi. Ini bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan sebuah perjuangan ideologis.

“Yang pasti bahwa home industri Sahidah Songket ini komitmen ingin memasarkan kain atau kerajinan tenun khas Sambas ini original tenun tradisional. Itu yang penting,” tegas Alfian.

Mengapa penekanan pada kata “original” begitu kuat? Alfian menjelaskan bahwa sejak memasuki era 2000-an, pasar dibanjiri oleh produk-produk yang ia sebut sebagai “tenun-tenun palsu”.

Kain-kain hasil printing atau buatan pabrik dari Tiongkok dan India yang meniru corak tenun tradisional menjadi ancaman serius. Mereka menawarkan harga yang jauh lebih murah, namun mengikis nilai seni, budaya, dan jerih payah para pengrajin.

Menghadapi tantangan ini, Sahidah Songket memilih untuk tidak berkompromi. “Menjadi satu tantangan bagi Sahidah Songket untuk komitmen menjaga warisan budaya Melayu khas Sambas tentunya dengan membuat kain-kain tenun yang tradisional. Dengan alat dan cara tradisional itu kita pertahankan,” jelasnya.

Pilihan ini memiliki konsekuensi ganda. Di satu sisi, proses produksi menjadi lebih lambat dan padat karya. Di sisi lain, setiap produk yang dihasilkan memiliki jiwa, cerita, dan nilai seni yang tak ternilai, sesuatu yang tak akan pernah bisa ditiru oleh mesin.

Di Balik Sehelai Kain: 17 Tahapan Padat Karya dan Filosofi

Pernahkah Anda membayangkan proses di balik selembar kain songket yang indah? Alfian mengungkap bahwa prosesnya jauh lebih rumit dari yang dibayangkan.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cici Ar: Kerajinan Tangan Akar Keladi Air Dari Kubu Raya Play Button

    Cici Ar: Kerajinan Tangan Akar Keladi Air Dari Kubu Raya

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • 0Komentar

    KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) Dari sebuah keisengan untuk hadiah Imlek puluhan tahun silam, sebuah karya unik lahir dan kini menembus pasar Internasional. Inilah kisah Ibu Cici pengusaha UMKM dari Kubu Raya di bidang kerajinan tangan (kriya), yang mengolah akar keladi air menjadi berbagai kerajinan anyaman, seperti tas, topi, tempat tisu, dan lain-lain. Tanaman keladi air […]

  • Menjadi Jembatan Pembinaan Pemerintah, Loka Kreasi bukan sekedar Reseller photo_camera 4

    Menjadi Jembatan Pembinaan Pemerintah, Loka Kreasi bukan sekedar Reseller

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Di tengah gejolak persaingan usaha yang kian sengit, persoalan klasik yang terus menghantui para UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) selalu bermuara pada satu hal yaitu pendapatan. Kemampuan memproduksi barang seringkali tak sejalan dengan kemampuan menjual dan respon pasarnya. Realita permasalahan antara ekspektasi dan hasil selalu menjadi isu yang sentral bagi […]

  • Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru photo_camera 4

    Rebung Dayak Muduk, Sumber Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • 0Komentar

    Mengolah Potensi Rebung Bonti untuk Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Alam SANGGAU – (infoumkmkalbar) ELPAGAR bersama Pemdes Empodis, Disperindagkop UM Kabupaten Sanggau, dan Loka Kreasi UMKM, dengan dukungan Yayasan Solidaritas Dana Nusantara, menggelar pelatihan life skill bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Empodis. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Empodis dan Dusun Mua, yang keduanya berada […]

  • Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky Play Button photo_camera 3

    Borneo Hotel Pontianak Sukses Gelar Zumba Battle In The Sky

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Rooftop & Café Lantai 7 Borneo Hotel menjadi saksi meriahnya Zumba Battle in the Sky yang sukses digelar pada Sabtu lalu. Bertempat di puncak hotel dengan pemandangan kota Pontianak, event ini mendulang antusiasme luar biasa dari masyarakat Kota Pontianak. Dua instruktur Zumba ternama, ZIN Asrul dan ZIN Andy Tio, tampil memukau dengan […]

  • Cahaya, Pouch Etnik Keren Oleh oleh Pontianak Play Button photo_camera 6

    Cahaya, Pouch Etnik Keren Oleh oleh Pontianak

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Bagi pelancong dan wisatawan memilih buah tangan atau oleh-oleh adalah suatu pilihan yang sering kali menjadi kewajiban, tak jarang buah tangan itu harus khas, berkesan, ringan di bawa, awet dan tentu saja, ramah di kantong. Inilah kisah inspirasi untuk para pengusaha UMKM atau yang ingin terjun ke dunia UMKM, Ibu Catur Rinna […]

  • Air Serbat atau Sirop Serbat minuman Khas Melayu Kalbar Play Button photo_camera 3

    Air Serbat atau Sirop Serbat minuman Khas Melayu Kalbar

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Era di mana lidah dan gaya hidup terus-menerus dibombardir oleh produk-produk ultra-proses dan serba instan muncul sebuah kerinduan akan sesuatu yang otentik, salah satu dari produk UMKM Pontianak Sirop Serbat Khas Pontianak. Minuman Air Serbat atau Sirop Serbat yaitu minuman Tradisional Indonesia khas Melayu di Kalbar yang sering disajikan dalam upacara adat serta […]

expand_less