Kamis, 4 Jun 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025

KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) – (11/7/2025) Di sebuah sudut kota yang tenang, jauh dari bisingnya suara kendaraan, sebuah kisah pengusaha UMKM yang luar biasa lahir dari air mata dan keputusasaan. Ini adalah cerita tentang Sumanji dan Suyati, pasangan suami-istri di balik merek “Kripik Jamur Dava”.

Perjalanan mereka bukan sekedar tentang menciptakan camilan renyah, melainkan sebuah epik tentang resiliensi, inovasi yang dipicu oleh keterpaksaan dan keyakinan teguh bahwa rezeki tak akan pernah salah alamat

Kisah mereka adalah bukti nyata bagaimana titik terendah dalam usaha justru bisa menjadi fondasi tertinggi untuk meraih kesuksesan.

Fakta pahit di Dunia Budidaya Jamur Putih, Ketika Panen Raya Menjadi Bencana

Semua bermula sekitar lima tahun lalu. Bapak Sumanji, yang waktu itu berprofesi sebagai supir selama puluhan tahun, banting stir ke dalam dunia budi daya jamur tiram putih, dengan bekal ilmu yang ia timba langsung dari seorang kawan di Pulau Jawa, memutuskan untuk memulai budi daya jamur tiram putih.

Awalnya, harapan membentang luas. Jamur-jamur tiram putih yang segar dan berkualitas tumbuh subur di kumbung (rumah jamur) sederhana mereka.

Namun, pasar berkata lain. Dunia pertanian bahan mentah, dengan segala ketidakpastiannya, memberikan pelajaran pertama yang paling pahit.

“Kami rintis dari nol,” tutur Sumanji, mengenang masa-masa awal yang penuh perjuangan. Setiap pagi buta, ia membawa hasil panen jamur tiram putih segarnya ke pasar, berharap pundi-pundi rupiah terkumpul.

“Cuman harganya kan nggak bisa stabil. Kadang pas kita panen, panen raya, harga langsung jatuh.”

“Panen raya”, sebuah istilah yang seharusnya membawa kebahagiaan bagi petani, justru menjadi momok yang menakutkan.

Ketika semua petani jamur memanen dalam waktu bersamaan, pasokan melimpah ruah, membuat daya tawar mereka anjlok drastis.

Puncaknya adalah sebuah momen yang terpatri kuat dalam ingatan mereka. Harga jamur yang idealnya berada di angka Rp 30.000 per kilogram, tiba-tiba ditawar dengan harga yang tidak sesuai harapan mereka.

Sebuah angka yang bahkan tak sanggup menutupi biaya produksi dan tenaga yang telah mereka curahkan. “Terus sama ibu ini,” kata Sumanji sambil melirik istrinya, Suyati. “Nangis,

Di tengah tumpukan jamur segar yang tak laku dan harga yang mencekik, keputusasaan hampir saja menang.

Jamur yang tak terserap pasar, alih-alih dibuang, mereka bagikan kepada para tetangga.

Sebuah paradoks yang indah sekaligus menyakitkan. Namun, dari titik terendah inilah, sebuah ide cemerlang mulai bersemi.

Transformasi Dari Jamur Tiram Putih Mentah ke Kripik Bernilai Tambah

Ibu Suyati, sang motor penggerak di balik dapur produksi, tak rela melihat kerja keras mereka sia-sia. Ia melihat tumpukan jamur itu bukan sebagai kegagalan, melainkan sebagai potensi yang belum tergarap.

“Awal mulanya kita bingung pemasaran untuk mentahnya,” ungkap Suyati, yang kini menjadi owner dari Kripik Jamur Dava.

“Akhirnya saya punya ide gimana biar jamur itu bisa awet terus, tahan sampai satu bulan, dua bulan. Itulah awal mulanya mau dibuat kripik jamur.”

Namun keputusan itu adalah sebuah revolusi. Mereka tidak lagi bergantung pada belas kasihan pasar bahan mentah. Mereka memutuskan untuk menciptakan produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya tahan lebih lama.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Hanya Jaga Mangrove, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) Juga Bantu Perekonomian Lokal Lewat UMKM!! photo_camera 6

    Tak Hanya Jaga Mangrove, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) Juga Bantu Perekonomian Lokal Lewat UMKM!!

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Sepanjang garis pantai di ujung Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebuah wilayah Kecamatan Batu Ampar, terbentang luas hutan mangrove yang kaya akan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Jauh dari hiruk pikuk pusat kota, di tengah komunitas-komunitas pesisir yang hidupnya bergantung pada alam, organisasi non-profit  atau “NGO” yaitu singkatan dari Non-Governmental Organization, […]

  • Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo Play Button photo_camera 5

    Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah kecemasan dan ketidakpastian yang melanda dunia pada awal tahun 2020, sebuah percikan ide justru menyala terang di sebuah rumah di Jalan Tabrani Ahmad, Gang Citra, Pontianak. Adalah Ibu Pitriana, seorang ibu rumah tangga sekaligus pekerja kantoran di sebuah Perusahaan Asuransi ternama, yang mengubah tantangan masa pandemi menjadi sebuah peluang emas. […]

  • Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas Play Button photo_camera 5

    Sahidah Songket Kisah 3 Generasi Pelestari Tenun Sambas

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di sebuah sudut negeri yang kaya akan budaya, di tengah gempuran modernisasi dan produk pabrikan yang seragam, sebuah home industri berdiri teguh. Napasnya adalah tradisi, denyutnya adalah dedikasi. Namanya Sahidah Songket, sebuah jenama yang tidak hanya menjual selembar kain, tetapi juga merajut kisah, melestarikan warisan, dan memperjuangkan keaslian tenun Sambas. Di balik […]

  • KeGia Memadukan Pesona Batu Alam dan Tenun Khas Kalbar Play Button photo_camera 6

    KeGia Memadukan Pesona Batu Alam dan Tenun Khas Kalbar

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di sebuah sudut Kota Khatulistiwa, dari jemari terampil seorang perempuan bernama Maya Noviza, lahir sebuah mahakarya yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga membisikkan cerita. Cerita tentang gairah yang ditemukan kembali, tentang cinta pada warisan budaya, dan tentang sebuah bisnis yang dirawat layaknya seorang anak. Inilah KeGia, sebuah jenama (brand) aksesoris premium […]

  • Merajut Asa dari Kapuas Hulu Play Button photo_camera 4

    Merajut Asa dari Kapuas Hulu

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah denting ritmis alat tenun tradisional yang seolah menjadi musik pengiring hari-harinya, seorang perempuan tangguh dari pedalaman Kapuas Hulu yang pindah ke Pontianak, Kalimantan Barat, bekerja dalam sunyi. Helai demi helai benang ia pintal, bukan sekadar untuk menyambung hidup, melainkan untuk merajut sebuah warisan, sebuah asa, dan sebuah identitas. Ia bernama […]

  • Kontribusi Mahasiswa FEB Untan Bagi Pengembangan UMKM Play Button photo_camera 6

    Kontribusi Mahasiswa FEB Untan Bagi Pengembangan UMKM

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • 0Komentar

    KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) Dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan keinginan untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi lokal, sejumlah mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) dari FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), UNTAN (Universitas Tanjungpura), menggelar sebuah Sosialisasi tentang Pengembangan Produk UMKM dalam Penjualan, Label dan Pengemasan. Kegiatan KKM ini menyasar langsung ke TP PKK (Tim Penggerak […]

expand_less