Selasa, 21 Jul 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025

KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) – (11/7/2025) Di sebuah sudut kota yang tenang, jauh dari bisingnya suara kendaraan, sebuah kisah pengusaha UMKM yang luar biasa lahir dari air mata dan keputusasaan. Ini adalah cerita tentang Sumanji dan Suyati, pasangan suami-istri di balik merek “Kripik Jamur Dava”.

Perjalanan mereka bukan sekedar tentang menciptakan camilan renyah, melainkan sebuah epik tentang resiliensi, inovasi yang dipicu oleh keterpaksaan dan keyakinan teguh bahwa rezeki tak akan pernah salah alamat

Kisah mereka adalah bukti nyata bagaimana titik terendah dalam usaha justru bisa menjadi fondasi tertinggi untuk meraih kesuksesan.

Fakta pahit di Dunia Budidaya Jamur Putih, Ketika Panen Raya Menjadi Bencana

Semua bermula sekitar lima tahun lalu. Bapak Sumanji, yang waktu itu berprofesi sebagai supir selama puluhan tahun, banting stir ke dalam dunia budi daya jamur tiram putih, dengan bekal ilmu yang ia timba langsung dari seorang kawan di Pulau Jawa, memutuskan untuk memulai budi daya jamur tiram putih.

Awalnya, harapan membentang luas. Jamur-jamur tiram putih yang segar dan berkualitas tumbuh subur di kumbung (rumah jamur) sederhana mereka.

Namun, pasar berkata lain. Dunia pertanian bahan mentah, dengan segala ketidakpastiannya, memberikan pelajaran pertama yang paling pahit.

“Kami rintis dari nol,” tutur Sumanji, mengenang masa-masa awal yang penuh perjuangan. Setiap pagi buta, ia membawa hasil panen jamur tiram putih segarnya ke pasar, berharap pundi-pundi rupiah terkumpul.

“Cuman harganya kan nggak bisa stabil. Kadang pas kita panen, panen raya, harga langsung jatuh.”

“Panen raya”, sebuah istilah yang seharusnya membawa kebahagiaan bagi petani, justru menjadi momok yang menakutkan.

Ketika semua petani jamur memanen dalam waktu bersamaan, pasokan melimpah ruah, membuat daya tawar mereka anjlok drastis.

Puncaknya adalah sebuah momen yang terpatri kuat dalam ingatan mereka. Harga jamur yang idealnya berada di angka Rp 30.000 per kilogram, tiba-tiba ditawar dengan harga yang tidak sesuai harapan mereka.

Sebuah angka yang bahkan tak sanggup menutupi biaya produksi dan tenaga yang telah mereka curahkan. “Terus sama ibu ini,” kata Sumanji sambil melirik istrinya, Suyati. “Nangis,

Di tengah tumpukan jamur segar yang tak laku dan harga yang mencekik, keputusasaan hampir saja menang.

Jamur yang tak terserap pasar, alih-alih dibuang, mereka bagikan kepada para tetangga.

Sebuah paradoks yang indah sekaligus menyakitkan. Namun, dari titik terendah inilah, sebuah ide cemerlang mulai bersemi.

Transformasi Dari Jamur Tiram Putih Mentah ke Kripik Bernilai Tambah

Ibu Suyati, sang motor penggerak di balik dapur produksi, tak rela melihat kerja keras mereka sia-sia. Ia melihat tumpukan jamur itu bukan sebagai kegagalan, melainkan sebagai potensi yang belum tergarap.

“Awal mulanya kita bingung pemasaran untuk mentahnya,” ungkap Suyati, yang kini menjadi owner dari Kripik Jamur Dava.

“Akhirnya saya punya ide gimana biar jamur itu bisa awet terus, tahan sampai satu bulan, dua bulan. Itulah awal mulanya mau dibuat kripik jamur.”

Namun keputusan itu adalah sebuah revolusi. Mereka tidak lagi bergantung pada belas kasihan pasar bahan mentah. Mereka memutuskan untuk menciptakan produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya tahan lebih lama.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak Play Button photo_camera 4

    Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Bagi masyarakat awam, mungkin pernah terlintas pertanyaan saat melihat caping dan tudung saji warna warni yang menjadi hiasan dinding untuk mempercantik dekorasi atau homedecor. Dari mana bisa mendapatkan topi caping hias yang khas itu, siapa pembuatnya, dan di mana pusat produksinya? Nah dari pertanyaan itu kami akan mencoba untuk mengupas pertanyaan tersebut […]

  • Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025 photo_camera 5

    Blue Forests & Pouring Coffee Kolaborasi Hadirkan Teh Jeruju di Khatulistiwa Coffee Event 2025

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) hadir meramaikan Khatulistiwa Coffee Event 2025 dengan konsep unik: kolaborasi bersama Pouring Coffee dalam satu booth. Kolaborasi ini memadukan cita rasa kopi dan inovasi minuman berbahan baku mangrove, yaitu teh jeruju. Khatulistiwa Coffee Event 2025 merupakan ajang tahunan yang mempertemukan pelaku industri kopi, komunitas kreatif, pegiat kuliner, […]

  • Boyan Craft, Kerajinan Tangan Keren dari Pontianak Play Button photo_camera 4

    Boyan Craft, Kerajinan Tangan Keren dari Pontianak

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah hiruk pikuk dunia yang serba cepat dan digital, sebuah kisah inspiratif lahir dari ketekunan, hobi dan sentuhan tangan yang tulus. Adalah Dewi Arisanti, seorang ibu rumah tangga di Pontianak yang berhasil menyulap hobi dan waktu luangnya menjadi pengusaha UMKM di bidang kerajinan tangan. Melalui merek Boyan Craft, Ibu Dewi Arisanti […]

  • LPPOM MUI Kalbar: Menjembatani Jurang Digital UMKM Demi Sertifikasi Halal

    LPPOM MUI Kalbar: Menjembatani Jurang Digital UMKM Demi Sertifikasi Halal

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Di tengah tuntutan regulasi yang mewajibkan sertifikasi halal, sebuah tantangan tersembunyi justru menjadi penghambat utama bagi ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat, sebut saja jurang digital. Gagap Teknologi (gaptek) dan kerumitan birokrasi menjadi sebuah tembok tinggi yang sulit dipanjat. Menjawab keresahan ini, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan […]

  • Keripik Incess Pontianak, Keripik Stik Talas Khas Pontianak Play Button photo_camera 4

    Keripik Incess Pontianak, Keripik Stik Talas Khas Pontianak

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (umkmkalbar) Terkadang kita bingung untuk mencari keripik di seputar Kota Pontianak, namun percayalah bahwa di sebuah sudut jalan Purnama I Gang Madyosari 3 nomor 15 A Pontianak Selatan, Kota Pontianak, aroma gurih keripik yang baru diangkat dari wajan menjadi penanda sebuah awal. Ini bukan sekedar dapur produksi biasa melainkan pondasi dari Keripik Stik […]

  • Khanza Cookies Kue Kering Premium Pontianak Play Button photo_camera 3

    Khanza Cookies Kue Kering Premium Pontianak

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah badai pandemi COVID-19 yang melumpuhkan banyak sektor usaha, seorang pengusaha fashion busana muslim di Pontianak justru menemukan jalan baru yang merubah bisnisnya. Elina Yuda yang sering dipanggil Elin, yang sebelumnya berjibaku dengan lesunya penjualan pakaian, memutar otak demi “asap dapur tetap mengepul”. Keputusan beraninya beralih ke dunia kuliner melahirkan Khanza […]

expand_less