Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na
- calendar_month Rabu, 16 Jul 2025

PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah banyaknya persaingan kuliner yang kian ketat, sebuah nama merek produk UMKM perlahan namun pasti melihatkan jejaknya di hati para pecinta kuliner tradisional, khususnya bubur pedas, bubur pedas adalah salah satu makanan khas yang berasal dari suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat.
Bubur Pedas, bukan seperti namanya “pedas” namun merujuk pada beragam sayuran dan rempah yang digunakan, termasuk daun kesum yang memberikan aroma khas.
Di balik kelezatan rempahnya yang otentik, terdapat suatu kisah inspiratif seorang perempuan gigih bernama Terry Marta.
Terry Marta seorang ibu rumah tangga yang juga dikenal sebagai penggiat lingkungan, berawal dari aktivitasnya di Bank Sampah sejak tahun 2017, ia menemukan jalan tak terduga menuju dunia wirausaha khususnya UMKM.
“Awalnya itu saya bergerak di dunia penggiat sampah,” ungkap Terry dengan senyum ramah, dari 2017 saya gabung terus memang agak vakum, di situ saya cuma jadi anggota saja, 2020 saya mulai menjadi ketua di situ.”
Prestasinya sebagai ketua Bank Sampah tak main-main, dalam setahun kepemimpinannya, Bank Sampah yang ia pimpin berhasil meraih apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup sebagai entitas dengan omzet terbanyak.
Pengakuan ini bukan hanya sekadar piagam, melainkan juga berujung pada “gaji” bagi para karyawan, termasuk dirinya, dari sinilah benih-benih usaha Bumbu Bubur Pedas Nek Na mulai disemai.
“Dari gaji-gaji karyawan-karyawan itulah yang membuat saya menyisihkan sedikit gaji buat usaha ini, mengembangkan usaha ini, bikin kemasan ini,” jelasnya, membuktikan bahwa modal tak selalu datang dari bank, melainkan juga dari dedikasi terhadap lingkungan dan semangat wirausaha yang membara.
Perubahan Kemasan, Dari Bumbu Bubur Pedas merek “Mama Ragil” ke merek “Nek Na”
Kisah “Nek Na” sendiri berawal jauh sebelum Terry terjun langsung, adalah sang ibunda, yang akrab disapa Mama Ragil, penggagas awal bumbu bubur pedas instan ini.
“Jadi bumbu bubur pedas ini awalnya dimulai oleh ibu saya,” kenang Terry, dulu kami bertetangga dengan banyak orang Sambas, di sekeliling kami, jadi ibu saya belajar dengan mereka, teman-temannya belajar.
“Usaha rumahan ini sudah mulai dikenal dan dititipkan di pasar-pasar sejak tahun 2019, meski dengan kemasan yang masih sederhana.
Namun, takdir berkata lain, pasca pandemi COVID-19, tepatnya di tahun 2021 kesehatan sang ibunda menurun. Terry pun mengambil alih tongkat estafet usaha yang telah dirintis ibunya.
Inilah titik balik bagi Bumbu Bubur Pedas Nek Na, dengan modal yang terkumpul dari gajinya di Bank Sampah, Terry bertekad melakukan transformasi signifikan, salah satunya adalah pada kemasan produk.
“Awalnya ibu saya jalan dengan kemasan yang putih, kemasan yang biasa, saya mulai merubah kemasan itu dengan hasil dari saya bekerja di Bank Sampah,” ungkapnya.
Perubahan nama dari “Mama Ragil” menjadi “Nek Na” juga memiliki cerita personal. “Nek Na itu sebenarnya ibu saya tadi, awalnya Mama Ragil, karena ibu saya punya anak nama Ragil.
Setelah saya terjun ke usaha itu, saya berubah menjadi merek “Nek Na” dan “Nek Na” itu artinya “Nenek Ana”, ibu saya kan namanya Ana.”
Keputusan ini terbukti jitu, penggantian kemasan menjadi momen paling membahagiakan bagi Terry. “Ketika saya mengganti kemasan itu tuh saya tuh nggak nyangka ya”.
“Dulu kan saya pakai kemasan standing pouch biasa tuh, nah terus setelah dari kemasan standing pouch biasa saya mulai pikir gimana caranya ya punya saya tuh semakin banyak dikenal”.

“Akhirnya saya mencoba ganti kemasan, nah bener ketika saya ganti kemasan tuh bener-bener kayak…”Oh saya mulai dikenal gitu, jadi orang tuh kayak mulai ngelirik gitu”, Alhamdulillahnya responnya positif gitu.”
Keunikan dan Rahasia Dapur Yang Praktis dan Otentik
Dari sekian banyak jenis kuliner, mengapa Bumbu Bubur Pedas yang menjadi pilihan utama? Terry Marta menjelaskan, “Yang pertama itu karena lebih gampang, produksinya itu lebih gampang.
“Terus biaya produksinya itu juga lebih irit, dan karena memang hobinya ibu saya itu masak. “Namun, yang membuat Bumbu Bubur Pedas Nek Na menonjol di pasaran adalah keunikan dan kualitasnya.
“Kalau bumbu bubur pedas saya itu udah ada rempah-rempah di dalamnya,” jelas Terry. “Nah biasanya kan kalau orang lain itu bikinnya hanya beras dan kelapa aja.
“Nah kalau saya, bumbu-bumbunya itu udah saya masukkan di dalam, jadi udah benar-benar praktis gitu. “Tak hanya itu, “lebih kental juga katanya sih, dari pelanggan-pelanggan yang beli itu katanya lebih kental.
“Karena disitu saya tuh ada kelapanya yang lebih saya banyakan gitu lah, kekentalan ini menjadi daya tarik tersendiri, memberikan tekstur bubur yang lebih kaya dan memuaskan”,ungkap Terry.
Meskipun rahasia resep inti tak bisa dibocorkan, Terry berbagi sedikit tentang proses pembuatannya yang unik.
“Ini kan beras dioseng, disangrai selama kurang lebih 2 jam atau 3 jam gitu, terus sama, tapi berasnya dicuci dulu ya, dicuci”.
“Nah setelah dicuci baru dioseng, beras sama rempah-rempah tadi udah saya siapkan, kayak serai, ketumbar, dan lain-lainnya”.



- Penulis: Arbi
- Editor: Sonny
