Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Inspirasi » Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na

Kisah Inspiratif Bumbu Bubur Pedas Instan merek Nek Na

  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025

PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah banyaknya persaingan kuliner yang kian ketat, sebuah nama merek produk UMKM perlahan namun pasti melihatkan jejaknya di hati para pecinta kuliner tradisional, khususnya bubur pedas, bubur pedas adalah salah satu makanan khas yang berasal dari suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat.

Bubur Pedas, bukan seperti namanya “pedas” namun merujuk pada beragam sayuran dan rempah yang digunakan, termasuk daun kesum yang memberikan aroma khas.

Di balik kelezatan rempahnya yang otentik, terdapat suatu kisah inspiratif seorang perempuan gigih bernama Terry Marta.

Terry Marta seorang ibu rumah tangga yang juga dikenal sebagai penggiat lingkungan, berawal dari aktivitasnya di Bank Sampah sejak tahun 2017, ia menemukan jalan tak terduga menuju dunia wirausaha khususnya UMKM.

“Awalnya itu saya bergerak di dunia penggiat sampah,” ungkap Terry dengan senyum ramah, dari 2017 saya gabung terus memang agak vakum, di situ saya cuma jadi anggota saja, 2020 saya mulai menjadi ketua di situ.”

Prestasinya sebagai ketua Bank Sampah tak main-main, dalam setahun kepemimpinannya, Bank Sampah yang ia pimpin berhasil meraih apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup sebagai entitas dengan omzet terbanyak.

Pengakuan ini bukan hanya sekadar piagam, melainkan juga berujung pada “gaji” bagi para karyawan, termasuk dirinya, dari sinilah benih-benih usaha Bumbu Bubur Pedas Nek Na mulai disemai.

“Dari gaji-gaji karyawan-karyawan itulah yang membuat saya menyisihkan sedikit gaji buat usaha ini, mengembangkan usaha ini, bikin kemasan ini,” jelasnya, membuktikan bahwa modal tak selalu datang dari bank, melainkan juga dari dedikasi terhadap lingkungan dan semangat wirausaha yang membara.

Perubahan Kemasan, Dari Bumbu Bubur Pedas merek “Mama Ragil” ke merek “Nek Na”

Kisah “Nek Na” sendiri berawal jauh sebelum Terry terjun langsung, adalah sang ibunda, yang akrab disapa Mama Ragil, penggagas awal bumbu bubur pedas instan ini.

“Jadi bumbu bubur pedas ini awalnya dimulai oleh ibu saya,” kenang Terry, dulu kami bertetangga dengan banyak orang Sambas, di sekeliling kami, jadi ibu saya belajar dengan mereka, teman-temannya belajar.

“Usaha rumahan ini sudah mulai dikenal dan dititipkan di pasar-pasar sejak tahun 2019, meski dengan kemasan yang masih sederhana.

Namun, takdir berkata lain, pasca pandemi COVID-19, tepatnya di tahun 2021 kesehatan sang ibunda menurun. Terry pun mengambil alih tongkat estafet usaha yang telah dirintis ibunya.

Inilah titik balik bagi Bumbu Bubur Pedas Nek Na, dengan modal yang terkumpul dari gajinya di Bank Sampah, Terry bertekad melakukan transformasi signifikan, salah satunya adalah pada kemasan produk.

“Awalnya ibu saya jalan dengan kemasan yang putih, kemasan yang biasa, saya mulai merubah kemasan itu dengan hasil dari saya bekerja di Bank Sampah,” ungkapnya.

Perubahan nama dari “Mama Ragil” menjadi “Nek Na” juga memiliki cerita personal. “Nek Na itu sebenarnya ibu saya tadi, awalnya Mama Ragil, karena ibu saya punya anak nama Ragil.

Setelah saya terjun ke usaha itu, saya berubah menjadi merek “Nek Na” dan “Nek Na” itu artinya “Nenek Ana”, ibu saya kan namanya Ana.”

Keputusan ini terbukti jitu, penggantian kemasan menjadi momen paling membahagiakan bagi Terry. “Ketika saya mengganti kemasan itu tuh saya tuh nggak nyangka ya”.

“Dulu kan saya pakai kemasan standing pouch biasa tuh, nah terus setelah dari kemasan standing pouch biasa saya mulai pikir gimana caranya ya punya saya tuh semakin banyak dikenal”.

“Akhirnya saya mencoba ganti kemasan, nah bener ketika saya ganti kemasan tuh bener-bener kayak…”Oh saya mulai dikenal gitu, jadi orang tuh kayak mulai ngelirik gitu”, Alhamdulillahnya responnya positif gitu.”

Keunikan dan Rahasia Dapur Yang Praktis dan Otentik

Dari sekian banyak jenis kuliner, mengapa Bumbu Bubur Pedas yang menjadi pilihan utama? Terry Marta menjelaskan, “Yang pertama itu karena lebih gampang, produksinya itu lebih gampang.

“Terus biaya produksinya itu juga lebih irit, dan karena memang hobinya ibu saya itu masak. “Namun, yang membuat Bumbu Bubur Pedas Nek Na menonjol di pasaran adalah keunikan dan kualitasnya.

“Kalau bumbu bubur pedas saya itu udah ada rempah-rempah di dalamnya,” jelas Terry. “Nah biasanya kan kalau orang lain itu bikinnya hanya beras dan kelapa aja.

“Nah kalau saya, bumbu-bumbunya itu udah saya masukkan di dalam, jadi udah benar-benar praktis gitu. “Tak hanya itu, “lebih kental juga katanya sih, dari pelanggan-pelanggan yang beli itu katanya lebih kental.

“Karena disitu saya tuh ada kelapanya yang lebih saya banyakan gitu lah, kekentalan ini menjadi daya tarik tersendiri, memberikan tekstur bubur yang lebih kaya dan memuaskan”,ungkap Terry.

Meskipun rahasia resep inti tak bisa dibocorkan, Terry berbagi sedikit tentang proses pembuatannya yang unik.

“Ini kan beras dioseng, disangrai selama kurang lebih 2 jam atau 3 jam gitu, terus sama, tapi berasnya dicuci dulu ya, dicuci”.

“Nah setelah dicuci baru dioseng, beras sama rempah-rempah tadi udah saya siapkan, kayak serai, ketumbar, dan lain-lainnya”.

  • Penulis: Arbi
  • Editor: Sonny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava Play Button photo_camera 5

    Kisah Jatuh Bangun Pasangan Sumanji dan Suyati Mengubah Jamur Tiram Putih Menjadi Kripik Jamur Dava

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • 0Komentar

    KUBU RAYA – (infoumkmkalbar) – (11/7/2025) Di sebuah sudut kota yang tenang, jauh dari bisingnya suara kendaraan, sebuah kisah pengusaha UMKM yang luar biasa lahir dari air mata dan keputusasaan. Ini adalah cerita tentang Sumanji dan Suyati, pasangan suami-istri di balik merek “Kripik Jamur Dava”. Perjalanan mereka bukan sekedar tentang menciptakan camilan renyah, melainkan sebuah […]

  • Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo Play Button photo_camera 5

    Perjalanan Kopi Citra Wangi Berawal Dari Negeri Seberang Kembali Ke Tanah Borneo

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah kecemasan dan ketidakpastian yang melanda dunia pada awal tahun 2020, sebuah percikan ide justru menyala terang di sebuah rumah di Jalan Tabrani Ahmad, Gang Citra, Pontianak. Adalah Ibu Pitriana, seorang ibu rumah tangga sekaligus pekerja kantoran di sebuah Perusahaan Asuransi ternama, yang mengubah tantangan masa pandemi menjadi sebuah peluang emas. […]

  • Dari Usaha Subsisten ke Kompetitif: Jurus Jitu Diskop UKM Prov. Kalbar Angkat Derajat UMKM photo_camera 5

    Dari Usaha Subsisten ke Kompetitif: Jurus Jitu Diskop UKM Prov. Kalbar Angkat Derajat UMKM

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Barat secara resmi membuka program pelatihan intensif yang bertujuan mendorong UMKM lokal untuk “naik kelas”.(30/6/2025) Acara yang dihelat di Gedung Pelatihan Diskop UKM, Pontianak, pada Senin, 30 Juni 2025, ini diikuti oleh 85 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat. Kegiatan bertajuk “Peningkatan […]

  • LPPOM MUI Kalbar: Menjembatani Jurang Digital UMKM Demi Sertifikasi Halal

    LPPOM MUI Kalbar: Menjembatani Jurang Digital UMKM Demi Sertifikasi Halal

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) – Di tengah tuntutan regulasi yang mewajibkan sertifikasi halal, sebuah tantangan tersembunyi justru menjadi penghambat utama bagi ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat, sebut saja jurang digital. Gagap Teknologi (gaptek) dan kerumitan birokrasi menjadi sebuah tembok tinggi yang sulit dipanjat. Menjawab keresahan ini, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan […]

  • Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak Play Button photo_camera 4

    Kampung Caping Mendawai Rumah Pengrajin Caping Di Pontianak

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Bagi masyarakat awam, mungkin pernah terlintas pertanyaan saat melihat caping dan tudung saji warna warni yang menjadi hiasan dinding untuk mempercantik dekorasi atau homedecor. Dari mana bisa mendapatkan topi caping hias yang khas itu, siapa pembuatnya, dan di mana pusat produksinya? Nah dari pertanyaan itu kami akan mencoba untuk mengupas pertanyaan tersebut […]

  • Merajut Asa dari Kapuas Hulu Play Button photo_camera 4

    Merajut Asa dari Kapuas Hulu

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • 0Komentar

    PONTIANAK – (infoumkmkalbar) Di tengah denting ritmis alat tenun tradisional yang seolah menjadi musik pengiring hari-harinya, seorang perempuan tangguh dari pedalaman Kapuas Hulu yang pindah ke Pontianak, Kalimantan Barat, bekerja dalam sunyi. Helai demi helai benang ia pintal, bukan sekadar untuk menyambung hidup, melainkan untuk merajut sebuah warisan, sebuah asa, dan sebuah identitas. Ia bernama […]

expand_less